HOW TO: Memilih broker yang baik?

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 April 2012  |  20:03 WIB

 

JAKARTA: Dari 110 AB yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2011, 41 diantaranya mengalami rugi bersih. Dari 114 yang aktif, 4 belum menyampaikan laporan keuangan. Sebanyak 69 AB mencatat laba bersih, sisanya mengalami rugi bersih.
 
Jumlah AB yang merugi di tahun 2010 mencapai 25 perusahaan efek. Adapun jumlah AB yang membukukan laba bersih, dia melanjutkan, mencapai 88 perusahaan efek. Jumlah AB yang merugi di akhir tahun 2011 meningkat hingga 64% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Lantas bagaimana memilih broker yang baik?
 
1. Tercatat sebagai anggota BEI (Bursa Efek Indonesia). Anda dapat melihat daftar lengkap anggota bursa di website BEI, yaitu www.idx.co.id.
 
2. Pertimbangkan untuk memilih broker pelat merah, yaitu broker yang dimiliki oleh pemerintah.
 
3. Broker yang memberikan fasilitas online trading. Umumnya transaksi saham di semua sekuritas bisa dilakukan di kantor broker tersebut atau via telepon.
 
4. Cek kelengkapan fitur, misalnya kelengkapan indikator analisis teknikal, berita, informasi laporan keuangan, riset saham, dan lain-lain. Semakin lengkap berarti semakin mempermudah Anda melakukan keputusan di dalam membeli atau menjual saham.
 
5. Cek apakah ada fitur stop loss atau trailing stops. Tidak semua online trading menyediakan fasilitas ini. Fitur ini akan sangat membantu di dalam trading untuk meminimalkan risiko. (LN)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top