UU PEMILU: Parpol agar perhatikan keterwakilan perempuan

JAKARTA: Pimpinan partai politik diminta untuk mengakomodir agar keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai kuota 30%. Caranya dengan menata nomor urut I dan 2 pada daftar caleg diisi seimbang antara laki-laki dan perempuan."Mayoritas caleg
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 18 April 2012  |  14:12 WIB

JAKARTA: Pimpinan partai politik diminta untuk mengakomodir agar keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai kuota 30%. Caranya dengan menata nomor urut I dan 2 pada daftar caleg diisi seimbang antara laki-laki dan perempuan."Mayoritas caleg laki-laki di nomor urut satu 68%. Ini membuktikan bahwa nomor urut satu bisa memberi peluang keterpilihan lebih besar," kata Menteri Perempuan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Rabu 18 April 2012.Untuk itu, kata Linda, dia bersama ketua bidang perempuan di Parpol besar dan organisasi perempuan lainnya, mengusulkan agar nomor urut 1 dan 2 atau zyper system pada daftar caleg, diisi seimbang oleh laki-laki dan perempuan, dalam mengejar keterwakilan 30% perempuan di Parpol."Untuk mewujudkan hal tersebut, kami akan melakukan komunikasi intensif dan roadshow mendatangi para pimpinan Parpol, agar mau berkomitmen dalam hal keterwakilan perempuan di parlemen ini," ungkapnya.Linda juga meminta masyarakat untuk bisa memberikan sanksi sosial kepada Parpol yang terbukti tidak berkomitmen dalam mengakomodir keterwakilan perempuan di parlemen."Sebab, selama ini masih ada stigma dalam masyarakat bahwa urusan politik sebaiknya hanya digeluti oleh kaum pria. Persepsi ini harus dihilangkan," ujarnya.Menurut dia, para pimpinan Parpol juga perlu mempersiapkan kader perempuan sejak dini, agar nantinya bisa menjadi kader terbaik, sehingga akhirnya dapat meningkatkan keterwakilan perempuan. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top