NELAYAN Malang Selatan tak melaut

 
News Editor | 17 April 2012 21:36 WIB

 

MALANG: Musim tidak melaut bagi nelayan di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan diprediksi lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun lalu menyusul kondisi cuaca yang buruk.
 
Ketua Kelompok Nelayan Rukun Jaya Kabupaten Malang, H. Umar Hasan  mengatakan saat ini nelayan yang tergabung dalam kelompoknya sebanyak 2.544 orang. Mereka tergabung dalam 552 armada perahu payang, jukung, dan sekoci.  Sebagian besar dari mereka melaut di Pantai Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. 
 
“Cuaca buruk di perairan laut Malang Selatan pada tahun ini cukup panjang jika dibanding tahun lalu.  Kalau sebelumnya memasuki Maret nelayan sudah mulai melaut, namun kali ini kami prediksikan sampai Mei mendatang menyusul cuaca buruk,” kata Umar Hasan di Malang hari ini.
 
Ditambahkan, untuk bertahan hidup selama tidak melaut, nelayan sangat membutuhkan bantuan sembako. Selama tidak melaut nelayan mencoba bekerja serabutan menjadi kuli bangunan dan buruh tani. Bagi nelayan yang mampu, selalu memberikan bantuan kepada nelayan yang tidak mampu.
 
“Bantuan yang diberikan itu berupa sembako. Dengan begitu rasa kekeluargaan dan tolong menolong tetap terjaga di lingkungan nelayan.”
 
Pihaknya juga merespons positif bantuan beras yang diberikan oleh Pemkab Malang untuk menolong nelayan selama tidak melaut. Karena bantuan tersebut sangat membantu nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengingat nelayan sulit untuk mendapatkan kredit bank. 
 
“Nelayan kesulitan untuk mendapatkan kredit dengan mudah karena perahu kayu tidak bisa digunakan sebagai agunan mendapatkan kredit dari bank. Karena perahu yang bisa dijadikan agunan adalah yang berbahan fiber. Sehingga untuk bertahan hidup nelayan dituntut harus mandiri.”
 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang, Endang Retnowati, mengatakan untuk membantu nelayan yang tidak melaut Pemkab Malang memberikan bantuan beras sebanyak 36 ton.
 
“Beras tersebut untuk meringankan kesulitan pangan nelayan akibat tidak melaut. Karena dalam beberapa bulan terakhir nelayan di Pantai Sendang Biru berhenti melaut akibat gelombang laut yang tinggi hingga tiga meter,” jelasnya.
 
Bantuan beras sebanyak 36 ton tersebut, kata dia, segera disalurkan melalui kelompok nelayan yang ada di Sumbermanjing Wetan dan Donomulyo.  Bantuan beras tersebut cukup untuk 14 hari bagi 1.324 nelayan.
 
Hanya saja, bantuan beras tersebut diutamakan kepada nelayan yang benar-benar tidak mampu. Kendati tidak bisa menjangkau semua nelayan, namun bantuan tersebut sangat berarti bagi nelayan. (sut)

Sumber : Mohammad Sofi`i

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top