KABAR JABAR: Penjualan garmen kuartal I stagnan

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi bisnis mewarnai halaman surat kabar yang terbit di Bandung hari ini, Selasa 17 April 2012. Berikut ringkasannya:
News Editor | 17 April 2012 06:52 WIB

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi bisnis mewarnai halaman surat kabar yang terbit di Bandung hari ini, Selasa 17 April 2012. Berikut ringkasannya:

 

Stagnasi garmen

Penjualan garmen selama tiga bulan pertama tahun ini mengalami stagnasi apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita mengatakan, penjualan tidak sesuai target semula karena terkendala oleh rencana kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

 

Meski kenaikan harga BBM diundur,katadia,paraprodusen barang jadi sudah telanjur menaikkan harga produknya.

 

“Kebijakan kenaikan harga BBM meski batal, kami pengusaha sudah menaikkan harga. Jadi, konsumen lebih memilih membeli kebutuhan pokok lain yakni makanan ketimbang membeli baju,” kata Suryadi. (Sindo)

 

Kawasan ekonomi khusus

Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat mendorong kawasan industri Cikarang di Kabupaten Bekasi menuju kawasan ekonomi khusus (KEK).

 

Kepala Dinas Indag Jabar Ferry Sofwan mengatakan saat ini pihaknya masih membahas rencana KEK bersama pemerintah daerah setempat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

 

"Jika semua pihak sudah menyatakan kesiapannya, pemerintah bisa menyampaikan usulan ini kepada Dewan Nasional," katanya kepada Bisnis di Bandung, kemarin. (Bisnis Indonesia)

 

Pesanan seragam

Menjelang tahun ajaran baru, sentra kaus Suci Bandung bersiap menghadapi banjir pesanan pembuatan seragam sekolah.

 

Menurut Ketua Koperasi Sentra Kaus Suci, Marnawi Munamah, jika berpatokan pada tahun lalu saja khusus pemesanan seragam sekolah, yang terdiri atas seragam harian, batik, dan baju olah raga, nilai totalnya mencapai Rp60 miliar.

 

"Pada 2011, pemesanan baju sekolah mulai berlangsung pada April-Mei dan berakhir pada Juli-Agustus. Perkiraannya, nilai pemesanan tahun ini mencapai Rp80 miliar," katanya. (Tribun Jabar) (k30/Bsi)

Sumber : Ajijah

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top