CADANGAN BERAS APTERR diratifikasi Jepang

 
Master Sihotang | 17 April 2012 20:50 WIB

 

JAKARTA: Minister Counsellor Jepang di Asean Takako Ito menyerahkan salinan surat penerimaan Jepang terhadap perjanjian Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) Agreement kepada Sekretariat ASEAN di Jakarta.
 
Ito menyatakan Jepang telah bekerja keras dan mendukung realisasi dari APTERR dengan negara anggota Asean dan tiga negara lainnya yakni Jepang, China, dan Korea Selatan. 
 
"Upaya negara anggota Asean plus three ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan pada saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam," ujarnya didampingi Deputy Secretary-General of ASEAN for the ASEAN Economic Community Lim Hong Hin, di Sekretariat Asean Jakarta petang ini. 
 
Dia menyatakan beberapa bantuan yang diberikan Jepang, termasuk di dalamnya kontribusi dana senilai US$6 juta. Ito menyatakan Jepang akan terus turut berkontribusi memperkuat keamanan pangan di kawasan Asia Timur. "Pemerintah Jepang menjadi yang pertama kalinya menerima perjanjian ini," tuturnya. 
 
Ketika dihubungai Bisnis, Menteri Pertanian Suswono menyatakan tujuan implementasi cadangan beras ASEAN plus Jepang, Korea Selatan, dan China mulai meluas, tidak terbatas pada kebutuhan saat kondisi gawat darurat, namun demikian akan digunakan sebagai upaya untuk stabilitasi harga beras.
 
Suswono menjelaskan pada ajang Asean Economic CommunityKonferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-18 yang lalu delegasi Indonesia menyatakan pada anggota lainnya akan menambah kontribusi terhadap cadagan beras bersama ini. Mentan menyatakan Indonesia akan meningkatkan kontribusi cadangan beras ke Asean dari sebelumnya 12.000 ton menjadi 25.000 ton.
 
Dia mengatakan masalah ini akan menjadi pembahasan pada ASEAN plus 3, yang dijadwalkan dilakukan pada Oktober mendatang. Menurut dia, pada saat ini Indonesia masih menunggu persetujuan bersama mengenai penggunaan cadangan beras Asean pada saat harga bahan pangan utama itu naik.
 
Suswono menyatakan negara anggota Asean sepakat menyusun aturan dan langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan pangan di kawasan, menyusul tingginya gejolak harga komoditas tersebut.  
 
Suswono menyatakan APTERR merupakan kesepakatan bersama antara negara anggota Asean dan tiga negara besar, yakni Jepang, China, dan Korea Selatan. “Kerja sama mengenai program cadangan pangan bersama ini direncanakan ditandatangani pada pertemuan Kamboja, tetapi pada waktu itu batal karena delegasi Singapura belum mendapatkan persetujuan dari parlemen,” ujarnya kemarin.
 
Dia mengatakan komitmen After merupakan komitmen dari setiap negara anggota Asean ditambah tiga negara lain untuk berkon-tribusi memberikan beras untuk cadangan bersama sebesar 787.000 ton.
 
Suswono menjelaskan China berkomitmen menyumbang 300.000 ton, Jepang 250.000 ton, Korea Selatan 150.000 ton, dan Indonesia 12.000—25.000 ton. 
 
"Sumbangan beras itu akan dijadikan modal dan antisipasi jika terjadi bencana seperti banjir, kekeringan, ataupun gangguan dari dampak perubahan iklim. Setiap anggota dapat memanfaatkan cadangan beras bersama itu," ujarnya.
 
Dia menyatakan cadangan beras bersama ini sangat penting karena negara-negara di dunia sepakat dengan adanya isu perubahan iklim. Dia mengatakan masalah iklim menjadi perhatian bersama baik negara produsen maupun konsumen.  (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top