UJIAN NASIONAL: MENDIKBUD sidak. Belum ada isu ada BOCORAN SOAL

 
News Editor | 16 April 2012 10:53 WIB

 

JAKARTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak menjelang pelaksanaan Ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas dan sederajat, Senin pagi 16 April 2012, di tiga sekolah, yakni SMA Negeri 13 Koja, SLBN 04 dan SMA Al Jihad, seluruhnya berlokasi di wilayah Jakarta Utara.

 

Mendikbud dan rombongan yang berangkat menuju lokasi pukul 5.00 WIB tersebut menyatakan rasa optimistis ujian nasional 2012 berjalan lancar.

 

Dalam kunjungan yang tidak direncanakan itu, Nuh mengunjungi beberapa ruang pengawas dan ruang ujian. Didampingi wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika, Nuh sesekali nampak melakukan dialog dengan pengawas dan peserta UN.

 

"Sampai hari ini belum ada isu bocor. Jumlah aduan juga sangat kecil kurang dari 20 aduan. Yang terakhir ada aduan adanya penyimpangan diketahui ada siswa yang membawa telepon seluler. Kami sudah kirim tim untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Nuh saat sidak UN di SLBN 04 Jakarta Utara.

 

Mendikbud mengatakan alat komunikasi tidak boleh di bawa ke dalam ruangan ujian. Pengawas akan mengawasi penggunaan alat komunikasi ini. Hal itu merpakan bagian dari tata tertib UN.

 

Mendikbud juga mengatakan semua pengawas di daerah sudah siap menjalankan tugasnya. Khusus di DKI pelaksanaan UN diikuti 119,943 siswa SMA, SMK,MA, dan SMA LB.

 

Distribusi naskah dari Kudus untuk DKI sudah diterima hari Sabtu tanggal 14 April 2012 ke lima wayah gudang propinsi yakni di SMA 68, SMA 13, SMA 78, dan SMA 70 serta SMK 26.

 

Egie Prasetyo siswa SMA Negeri 13 Jakarta Utara mengaku siap menghadapi UN hari ini. "Insya Allah siap," katanya singkat.

Meski ujian baru berlangsung pukul 08.00 WIB sebagian besar siswa SMA Negeri 13 sudah berada di halaman sekolah pukul 06.30 WIB. Hal ini menurut Egie karena pemberitahuan dari sekolah,peserta ujian sudah harus masuk kelas pukul 07,45 WIB.

 

Sementara itu, peserta UN dari SLB Negeri Dian mengatakan dari uji coba UN Bahasa Indonesia sebelumnya soalnya tidak sulit. "Yang susah itu matematika dan Bahasa Inggris," kata Dian penyandang tuna rungu yang diterjemahkan oleh gurunya Jailmi.

 

Ketika ditanya oleh Mendikbud apakah setelah lulus akan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Dian secara berulang mengatakan tidak karena sudah tidak sanggup belajar. SLB Negeri 04 tahun ini mengikutkan lima peserta didiknya untuk mengikuti UN.Hari ini UN Bahasa Indonesia berlangsung serentak di seluruh Indonesia yang diikuti sekitar 2,5 juta siswa SLTA.  (Antara/ea)

Sumber : Newswires

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top