INDUSTRI PROPERTI: Singapura masih favorit bagi WNI

JAKARTA: Raffles Quay Asset Management Pte Ltd,  pengelola kawasan Marina Bay Financial Center di Singapura, tidak khawatir pemberlakuan tambahan bea perolehan hak atas tanah bagi warga asing akan menurunkan minat orang Indonesia untuk membeli properti
Anggriawan Sugianto | 16 April 2012 17:38 WIB

JAKARTA: Raffles Quay Asset Management Pte Ltd,  pengelola kawasan Marina Bay Financial Center di Singapura, tidak khawatir pemberlakuan tambahan bea perolehan hak atas tanah bagi warga asing akan menurunkan minat orang Indonesia untuk membeli properti di negeri Singa itu.Thomas Tan, Direktur Pemasaran Residensial Raffles Quay Asset Management Pte Ltd, mengatakan pemberlakuan aturan yang kerap disebut additional buyer's stamp duty yang mencapai 10% itu menyebabkan calon konsumen asing mempertimbangkan lebih lama untuk membeli properti."Namun, Singapura memiliki suku bunga hanya 1% serta situasi ekonomi dan politik yang stabil, sehingga kami yakin properti di Singapura masih cukup atraktif bagi orang kaya di Indonesia," katanya di sela konferensi pers, Senin, 16 April 2012.Lagipula, tambah Tan, cukup banyak warga Indonesia yang menyekolahkan anaknya di Singapura. Hal itu menjadi pendorong tersendiri bagi mereka untuk membeli properti di negeri tetangga tersebut.Marina Bay Financial Center (MBFC) merupakan kawasan terpadu hasil konsorsium antara Keppel Land, pengembang dari Singapura, dengan Cheung Kong Limited dan Hongkong Land Limited. Raffles Quay Asset Management Pte Ltd adalah perusahaan yang dibentuk konsorsium itu untuk mengelola MBFC. Sebelumnya, lembaga konsultan properti Knight Frank menyebutkan pada kuartal I/2012, pembelian properti di Singapura oleh orang Indonesia dengan aset di atas US$25 juta, baik tapak maupun high rise, tercatat mencapai 137 unit.Dalam riset The Wealth Report 2012 yang dirilis oleh Knight Frank, Indonesia berada di urutan ketiga pembeli properti asing, di bawah Malaysia dan China yang masing-masing menyumbang 184 unit dan 166 unit. Nicholas Holt, Kepala Riset Knight Frank Asia Pasifik, mengatakan Singapura masih merupakan favorit bagi orang Indonesia untuk investasi properti, karena selain dekat, negera itu memiliki faktor pendukung safe haven investasi properti. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top