MINIM SERAPAN: Kucuran DAK Kota Batu baru capai 30%

BATU: Kucuran dana segar yang diperoleh Kota Batu pada 2012 dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) baru sebesar 30% atau baru mencapai Rp5,4 miliar dari total anggaran sebesar Rp18,2 miliar.Kepala Bagian Keuangan Pemkot Batu, Julianti
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  17:50 WIB

BATU: Kucuran dana segar yang diperoleh Kota Batu pada 2012 dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) baru sebesar 30% atau baru mencapai Rp5,4 miliar dari total anggaran sebesar Rp18,2 miliar.Kepala Bagian Keuangan Pemkot Batu, Julianti Wachjuni, mengatakan Pemkot Batu telah menerima kucuran anggaran tersebut akhir Maret lalu. Pencairan tersebut merupakan tahap pertama.“Pencairan tersebut (Rp5,4 miliar) merupakan tahap pertama dan harus segera dicairkan guna penyerapan DAK tahap berikutnya,” kata Julianti di Batu akhir pekan lalu.Terkait hal itu, ujar dia, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diminta untuk segera mengajukan surat perintah membayar (SPM) sehingga ada berita acara penyerapan. Dimana pengajuan tersebut akan digunakan dasar untuk penyerapan anggaran yang berasal dari DAK.“Hal ini cukup penting karena jika minim penyerapan akan disangka tidak butuh DAK. Dan tentu saja akan berpengaruh terhadap pengucuran DAK selanjutnya. Karena sejauh ini belum ada pengajuan pencairan anggaran pada program kegiatan yang sumber pendanannya dari DAK.”Menurutnya, semakin cepat pengajuan pencairan anggaran tersebut diajukan akan semakin baik. Karena bisa mempercepat proses pencairan tahap kedua dan ketiga.Pada tahap kedua, pencairan yang akan diterima Kota Batu, lanjutnya, sebesar 45% dan tahap ketiga sebanyak 25% dari total DAK Rp18,2 miliar. Dana tersebutselanjutnya akan didistribusikan kepada sembilan SKPD yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertabud), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Kantor Lingkungan Hidup (KLH), dan Kantor Ketahanan Pangan Kota Batu.“Dana tersebut dikucurkan untuk 11 program yang ada di sembilan SKPD.”Sebelas program tersebut adalah di bidang kesehatan sebesar Rp 2,9 miliar, bidang pendidikan Rp5,3 miliar, sarana prasarana Rp2, 4 miliar, bidang irigasi Rp738 juta, bidang perikanan Rp863 juta, bidang air minum Rp809 juta, bidang pertanian Rp2,6 miliar, lingkungan hidup Rp688 juta, keluarga berencana (KB) Rp595 juta, sanitasi Rp994 juta, dan bidang transportasi Rp261 juta.Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu, Bambang Kuncoro, mengatakan pihaknya belum mengajukan SPM. Penyebabnya, menurut dia, karena hingga saat ini pekerjaan yang dilakukan sedang dalam proses.“Karena pelelangan baru saja dimulai. Sehingga kami belum mengajukan SPM,” jelasnya.Pada tahun anggaran (TA) 2012, program yang diterima Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bersumber dari DAK akan didistribusikan untuk dua program yakni sanitasi dan bidang air minum. Untuk air minum misalnya akan menyedot anggaran sebesar Rp809 juta. Rencananya anggaran tersebut untuk perbaikan jaringan Himpunan Pengguna Air Minum (HIPAM) yang ada di Kota Batu. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Sofi'i

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top