TRAYEK BUS Pantura wajib singgahi terminal TOW

SURABAYA: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menuntaskan proses pengubahan jalur trayek untuk semua bus jurusan pantai utara khususnya Surabaya-Semarang yang sebelumnya melalui Terminal Purabaya Surabaya beralih melalui terminal Tambak Oso Wilangun
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  12:02 WIB

SURABAYA: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menuntaskan proses pengubahan jalur trayek untuk semua bus jurusan pantai utara khususnya Surabaya-Semarang yang sebelumnya melalui Terminal Purabaya Surabaya beralih melalui terminal Tambak Oso Wilangun (TOW). 

 
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Mahdi mengatakan pihaknya telah mendapat informasi bila sekitar 500 unit bus yang memiliki jalur trayek Surabaya ke arah barat untuk lintasan pantai utara diwajibkan melalui TOW.
 
"Kemenhub telah merubah semua trayek bus baik AKDP [antar kota dalam provinsi] maupun AKAP [antar kota antar provinsi], reguler dan patas eksekutif mesti melalui TOW. Jadi semua bus dari dan menuju Surabaya jalur pantura arah barat tidak lagi terpusat di Purabaya namun dirubah ke TOW," kata Mahdi kepada Bisnis hari ini.
 
 
Mahdi menegaskan peralihan trayek itu rencananya akan resmi diberlakukan oleh pemerintah pusat pada 1 Mei mendatang.
 
"Jadi, pada awal Mei nanti semua bus arah barat lintas pantura [pantai utara] harus dan wajib hukumnya untuk memasuki TOW," ungkapnya.
 
Anggota Komisi D DPRD Jatim Agus Maimun menegaskan pihaknya mendesak Pemkot Surabaya agar segera membenahi semua fasilitas layanan serta infrastruktur yang ada di TOW agar pada saat proses peralihan trayek dapat memberikan kenyamanan.
 
"Pemkot Surabaya mesti membenahi dan melengkapi fasilitas yang ada, jangan sampai saat dipindahkan malah membuat penumpang menjadi tidak nyaman," katanya kepada Bisnis.
 
Kesepakatan bersama
 
Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kemenhub Sudirman Lambali mengatakan pengubahan trayek sudah rampung dilakukan Kamis, 12 April 2012 lalu. 
 
"Waktu perubahan tersebut sesuai kesepakatan dalam pertemuan antara Kemenhub, Dishub dan LLAJ Jatim, DPD Organda Jatim, Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya, Dishub Surabaya, DPC Organda Surabaya, dan paguyuban pengusaha PO TOW, di Kemenhub pada 9 April lalu," katanya kemarin.
 
Sudirman membenarkan bila terdapat setidaknya 500 unit armada bus yang trayeknya diubah. 
 
"Banyaknya trayek yang diubah itu, karena semua bus yang berangkat dari Surabaya maupun yang tiba di Surabaya dan melewati jalur Pantura seperti trayek arah Lamongan dan Tuban, termasuk trayek jarak jauh seperti Denpasar-Surabaya-Jakarta, Malang-Surabaya-Bandung, dan rute lainnya harus masuk dan transit dulu ke TOW."
 
Pemberlakukan trayek baru itu, lanjut Sudirman, untuk semua bus ekonomi."Trayek baru  yang diubah tersebut juga berlaku untuk bus non ekonomi [patas dan eksekutif]," tegasnya.
 
Langkah perubahan trayek itu, kata Sudirman, untuk merespon desakan dan tuntutan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dipicu adanya aksi unjuk rasa dan mogok awak bus serta anggutan yang beroperasi di TOW.
 
Sudirman yang juga mantan Kepala Dinas LLAJ Jatim ini minta Pemkot dan Dishub Surabaya membenahi serta menyiapkan semua sarana-prasarana yang dibutuhkan. 
 
"Pembenahan itu bisa dimulai dari  penambahan tempat parkir bus, jalur lintasan, jalur keberangkatan, hingga jalur kedatangan."
 
 
Pembenahan itu, ungkap dia, diharapkan bisa selesai sebelum armada bus dipindah atau kebijakan relokasi trayek diberlakukan.
 
"Artinya semua fasilitas pembenahan itu seharusnya bisa rampung sebelum 1 Mei 2012," karena tengat itu merupakan batas dimulainya pengalihan trayek bus dari Bungurasih atau terminal Purabaya ke TOW," ungkapnya.(sut) 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top