KONSUMSI BBM: Distribusi di sejumlah daerah di Kalbar terganggu

PONTIANAK: Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, terganggu sehingga pembelian di beberapa SPBU mengalami antrean panjang bahkan sampai mengular sepanjang 3 km.Antrean panjang tersebut terjadi tepatnya di daerah Sei
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 April 2012  |  17:06 WIB

PONTIANAK: Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, terganggu sehingga pembelian di beberapa SPBU mengalami antrean panjang bahkan sampai mengular sepanjang 3 km.Antrean panjang tersebut terjadi tepatnya di daerah Sei Pinyu dan Kabupaten Menpawah, dan jalur ke arah Kabupaten Landak serta dari Tayan ke arah Kabupaten Sanggau. Selain itu, di sejumlah titik jalan menuju ke Trans Kalimantan di daerah Ambawang.Hal itu disebabkan BBM yang dipasok ke SPBU-SPBU di daerah tersebut  mengalami keterlambatan sehingga kehabisan stok baik BBM jenis premium maupun solar.Di SPBU di Sei Pinyu, antrian kebanyakan dilakukan pedagang minyak eceran di pinggir jalan. Kebayankan mereka membeli dengan dirigen yang ditambatkan di sepeda motor, selain juga menggunakan mobil boks dengan drum-drum besar.Kejadian ini sering berulang meskipun SPBU tersebut pernah diperingatkan Pertamina dan di-stop operasinya.Sementara, di ruas jalan Trans Kalimantan Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), antrian kendaraan roda enam menghiasi wilayah itu.

 

Pemandangan ini sudah menjadi lumrah bagi para sopir truk tersebut. Bahkan mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan solar untuk mengisi kendaraannya tersebut.”Sudah biasa, mas. Tradisi kami mengantre berjam-jam di sini. Kadang saya sempat tidur di truk ini. Pernah juga sudah antri lama, tak tahunya solarnya habis. Ya, sudah lah balik lagi, tidak jadi mengirim barang ke Kapuas Hulu,” kata Warno, salah satu sopir ekspedisi jurusan Pontianak - Kapuas Hulu.Akibat keterlambatan pengisian ke SPBU dan kekurangan stok yang didistribusikan Pertamina Regional Kalbar, perekonomian masyarakat setempat terganggu. Akibatnya pasokan keluar masuk barang menjadi terhambat dan mengakibatkan harga barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari seperti sembako menjadi mahal.Maisaroh, warga Ambawang mengatakan, harga-harga sembako naik seperti minyak goreng, gas 3 kg dan telur, "Kabar yang saya dapat karena agen kehabisan stok dan biaya pengiriman yang naik," katannya yang ditemui Bisnis di toko sembako di daerah Ambawang.Lain lagi dengan keluhan Melly, warga Menpawah, yang mengharapkan pemerintah turun tangan melihat penderitaan masyarakat akibat sulitnya mendapatkan BBM, sehingga harga sembako naik berkali-kali llipat."Minyak goreng per kilo naik Rp5000 dan telur naik Rp2000 per kilo, ikan dan cabai juga naik, mereka pedagang kesulitan kirim akibat minyak di SPBU kehabisan," ujar Melly.Sementara Sales Manager Pertamina Regional Kalimantan Barat, Putut Andriatno sampai berita ini dinaikkan tak bisa dikonfirmasi. Info yang didapat Bisnis, Putut sedang  cuti umroh bersama beberapa pemilik SPBU di Kalbar.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top