PENGHISAP ROKOK MENTOL lebih mungkin terserang stroke

WASHINGTON: Di antara para perokok, orang yang memilih rokok mentol cenderung menghadapi kemungkinan lebih besar untuk terserang stroke ketimbang penghisap rokok nonmentol.Menurut satu studi di Amerika Utara, meskipun tak ada rokok yang baik buat kesehatan,
News Editor | 13 April 2012 09:42 WIB

WASHINGTON: Di antara para perokok, orang yang memilih rokok mentol cenderung menghadapi kemungkinan lebih besar untuk terserang stroke ketimbang penghisap rokok nonmentol.Menurut satu studi di Amerika Utara, meskipun tak ada rokok yang baik buat kesehatan, orang mesti benar-benar menjauhkan diri dari semua rokok bermentol. Temuan itu diterbitkan di Archives of Internal Medicine."Semuanya memang buruk, studi ini memberi pendapat untuk menghindari jenis [rokok] yang bermentol," kata Nicholas Vozoris, seorang petugas klinik di St. Michael's Hospital di Toronto, AS.Untuk studi tersebut, Vozoris menggunakan informasi yang diambil dari survei gaya hidup dan kesehatan AS yang mencakup 5.028 perokok dewasa. Survei itu dilakukan dari 2001 sampai 2008.Secara keseluruhan, sebanyak 26% responden mengatakan mereka biasanya menghisap rokok mentol, dan sisanya menghisap rokok tanpa mentol.Beberapa ahli mengatakan mentol mempermudah orang untuk mulai merokok dan lebih sulit untuk berhenti sebab rasanya menyelubungi kerasnya tembakau.Di antara penghisap rokok mentol, 3,4% mengatakan dalam survei tersebut mereka pernah menderita stroke. Sementara itu, sebanyak 2,7% perokok tanpa mentol terserang stroke.Setelah memperhitungkan jenis kelamin, suku dan usia perokok serta jumlah rokok yang dihisap, Vozoris mendapati penghisap rokok mentol memiliki risiko dua kali lipat untuk terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang memilih rokok nonmentol.Perbedaan tersebut sangat jelas pada perempuan dan orang yang melaporkan dari suku selain Amerika Afrika di dalam survei mereka.Di antara peserta studi itu, stroke tiga kali lebih umum dibandingkan dengan penghisap rokok mentol.Vozoris mengatakan kepada Reuters Health, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat, studi tersebut tak bisa membuktikan rokok mentol saja mengakibatkan peningkatan resiko stroke, dan bukan perbedaan tak terukur antara penghisap rokok mentol dan tanpa mentol. (Antara/Reuters/tw) 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top