AGUNG LAKSONO: Hadapi gempa, perlu dibangun shelter-shelter di kota

JAKARTA: Dalam upaya menghindari kekacauan saat masyarakat lari menyelamatkan diri menghindar dari gempa dan tsunami, perlu dibangun shelter di berbagai titik kota."Dengan adanya shelter ini, diharapkan dapat menghindari kekacauan saat warga berbondong-bondong
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 12 April 2012  |  21:21 WIB

JAKARTA: Dalam upaya menghindari kekacauan saat masyarakat lari menyelamatkan diri menghindar dari gempa dan tsunami, perlu dibangun shelter di berbagai titik kota."Dengan adanya shelter ini, diharapkan dapat menghindari kekacauan saat warga berbondong-bondong lari menjauh dari titik pantai ketika gempa atau tsunami datang," kata Menko Kesra Agung Laksono, hari ini di Jakarta.Selain jalur evakuasi, katanya, shelter-shelter harus dibangun untuk bisa menampung 5.000 orang, sehingga masyarakat pesisir pantai tidak perlu ke gunung saat terjadi gempa.Agung menuturkan shelter tersebut  akan dibangun dalam dua model. Yaitu yang dibangun di pusat pemukiman warga dan di atas bukit. "Selain berfungsi sebagai shelter bencana,  juga bisa digunakan sebagai tempat aktivitas masyarakat," ungkapnya.Menurut dia, adua cara untuk membangunnya. Pertama, bangunan serba guna yang sehari-sehari bisa dipakai oleh sekolah. Namun, saat bencana bisa menjadi tempat penampungan."Kedua, dibuat di bukit yang di atasnya dibangun flat," ujarnya.Dia mengatakan dibangunnya shelter ini, berdasarkan pengalaman dan pelajaran saat evakuasi gempa/tsunami sebelum-sebelumnya. Saat gempa, lanjutnya, warga jadi panik, sehingga masyarakat berbondong-bondong memenuhi jalan."Sebagai bentuk dari mitigasi gempa dan tsunami, jalur evakuasi sangat penting untuk dibangun. Saya ingat tsunami di Manado beberapa waktu lalu, tidak menimbulkan apa-apa. Tapi lalu lintas jadi kacau karena tidak ada proses evakuasi yang baik," ungkapnya.Ke depan, ujarnya, yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengevakuasi warga saat bencana terjadi. Kalau memindahkan semua ke gunung, itu akan jadi masalah," katanya.Dia menuturkan belum bisa memastikan berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun shelter. "Yang pasti, membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun rencana ini sudah ada dari jauh-jauh hari," ujarnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top