TERORISME: Al Qaeda menginspirasi secara efektif

JAKARTA: Pidato Perdana Menteri David Cameron perihal pentingnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meningkatkan demokratisasi di Indonesia untuk meredam radikalisme paham Al Qaeda dinilai sebagai pesan yang jelas dan tegas.Kepada Bisnis
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 12 April 2012  |  11:51 WIB

JAKARTA: Pidato Perdana Menteri David Cameron perihal pentingnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meningkatkan demokratisasi di Indonesia untuk meredam radikalisme paham Al Qaeda dinilai sebagai pesan yang jelas dan tegas.Kepada Bisnis pengamat keamanan, Noor Huda Ismail, masuk akal sang Perdana Menteri Inggris mengungkapkan hal tersebut karena Al Qaeda telah menjadi ideology yang juga diamini oleh sebagian kecil masyarakat muslim Indonesia.“Sementara muslim moderat saat ini cenderung menjadi mayoritas senyap (silent majority) karena mereka belum mengetahui bagaimana menghadapi kelompok kecil tersebut,” ujarnya hari ini.Jebolan Ponpes Ngruki yang aktif di Yayasan Prasasti Perdamaian tersebut kelompok yang mengamini pendangan Al Qaeda secara kuantitas kecil namun mampu menyebarkan ide-ide mereka secara efektif.Menurut dia jaringan baru yang terbentuk sebetulnya tidak pernah bertemu secara langsung dengan anggota Al Qaeda namun terinspirasi dari internet.“Padahal Indonesia sangat berpeluang menjadi model Islam di Indonesia karena kita bisa bisa mempunyai sistem pemilu yang demokratis. Artinya Islam dan demokrasi itu tidak berlawanan,” papar jebolan International Security Studies dari St. Andrews University, Inggris itu.Terkait isu keamanan saat ini, Huda melihat sel-sel teroris sedang menahan diri melakukan aksi karena sibuk melakukan regrouping dan mencari sosok pemimpin yang mampu menyatukan berbagai perbedaan dalam strategi dan teknik mencapai tujuan politis mereka.Meski demikian, dalam wawancara yang dilakukan terhadap tahanan dan mantan napi kasus terorisme, Huda menemukan saat ini sel-sel teroris terus bergerak. “Mereka sudah bergerak sebenarnya, di Bali itu salah satu buktinya.”CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication tersebut gerakan sel-sel terorisme memiliki target ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang akan digelar di Pulau Dewata tahun depan.“Kalau melihat tradisi kelompok ini ya jelas. Karena itu pernah direncanakan oleh Hambali. Sebuah rencana yang gagal cenderung diteruskan oleh anak buah,” tegasnya.Tercatat Hambali ditangkap Agustus 2003 saat mempersiapkan diri melakukan serangkaian pengeboman dalam KTT APEC, Oktober 2003 di Bangkok, Thailand. Hingga saat ini Hambali ditahan otoritas AS di Kamp Tahanan Teluk Guantanamo, Kuba.(api)

 

>> BERITA LAINNYA:

* Bursa EROPA membaik

* SKANDAL SEKS Keraton SOLO

* Berita BISNIS INDONESIA hari ini

* PM Inggris DAVID Cameron tekankan pentingnya demokratisasi

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top