FTZ BATAM: Kemauan politik Pemerintah menentukan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 April 2012  |  17:38 WIB

 

BATAM: Kemauan politik Pemerintah dinilai mantan Ketua Otorita Batam periode 1976-1978 JB Sumarlin sangat penting menentukan arah pengembangan kawasan FTZ (free trade zone) Batam kedepannya.
 
Saat ini ia menilai meski Kota Batam sudah lebih maju namun belum mencapai cita-cita awal Pulau Batam menjadi Kota Hi-Tech.
 
"Yang penting adalah kemauan politik Pemerintah yang konkret dan didukung Pemerintah Daerah untuk memajukan FTZ Batam,"  ujarnya.
 
Menurutnya, saat ini masih ada kecenderungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang terkadang belum sinergis.
 
Sumarlin juga menyeoroti  belum adanya  sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam padahal untuk mendukung fasilitas industri dibutuhkan sinergi kedua instansi itu.
 
"Saya melihat belum ada sinergi antara pemkot dan BP Batam," tambahnya.
 
Untuk mengembangkan Batam yang saat ini lahannya semakin menipis,   Batam harus dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Singapura. Jika Kota Batam ingin bersaing dengan Singapura tidak kuat karena kemajuan teknologi.
 
"Harus saling mengisi, kalau bersaing tidak kuat kita, jadi saling mengisi. Nanti pulau-pulau yang lain bisa berkembang, kemajuan teknologi Singapura harus dimanfaatkan untuk pulau-pulau hinterland," tambahnya. 
 
Ia menambahkan pemerintah juga harus membangun infrastruktur primer di Kota Batam. Tetapi jika pemerintah tidak mampu membiayai proyek infrastruktur, harus ada partisipasi dengan pihak swasta.
 
"Infrastruktur pokok harus dibangun, yang penting ada sinergi, dan juga harus ada partisipasi dengan swasta, kita bisa memanfaatkan dunia usaha. Ini butuh komitmen yang jelas," sambungnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top