BI RATE: BI minta bank jangan buru-buru naikkan bunga kredit

JAKARTA: Bank Indonesia mengimbau perbankan tak buru-buru menaikkan suku bunga kredit karena ekspektasi inflasi dari rencana penaikan bahan bakar minyak. Sejumlah bank terlihat mendongkrak bunga kredit saat bunga acuan rendah.Gubernur Bank Indonesia
Saeno
Saeno - Bisnis.com 12 April 2012  |  19:03 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia mengimbau perbankan tak buru-buru menaikkan suku bunga kredit karena ekspektasi inflasi dari rencana penaikan bahan bakar minyak. Sejumlah bank terlihat mendongkrak bunga kredit saat bunga acuan rendah.Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyampaikan belum waktunya bank menaikkan bunga kredit, karena bunga dana saja saat ini masih cenderung stagnan, terlebih lagi kondisi inflasi masih stabil.“Itu [menaikkan bunga] sih belum waktunya itu sampai di sana. Depositonya saja dia [bank] belum naik, masak lending rate naik. Saya malah ingin tau bank mana itu?” ujarnya dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur Kuartal I/2012 di Jakarta, hari ini.Saat dijawab beberapa bank swasta mengalami kenaikkan bunga, dia mengimbau manajemen bank tidak mengawasi pergerakan bunga kredit.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, pada Maret 2012 beberapa bank mengalami kenaikan suku bunga dasar kredit dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata bank swasta yang menaikkan bunga kredit.Sebut saja bunga kredit korporasi dan ritel PT Bank Internasional Indonesia Tbk masing-masing naik menjadi 10,19% dan 11,03% dari tahun sebelumnya 10,09% dan 10,96%. Selanjutnya, bunga kredit pemilikan rumah (KPR) PT Bank CIMB Niaga Tbk naik menjadi 11,3% dari 11,5%.Adapun bunga kredit PT Bank Panin Tbk naik tipis untuk semua segmen, yakni sebesar 2 poin, sehingga bunga kredit korporasi menjadi 10,47%, ritel 10,47%, KPR 10,97% dan nonKPR 10,97%.Bank BUMN yang mengalami kenaikan bunga PT Bank Tabungan Indonesia Tbk yakni korporasi 10,25% dari 10,1%, ritel 10,37% dari 10,1% dan kredit nonKPR 11,25% dari 10,85%. Selain itu PT Bank Negara Indonesia Tbk menaikkan bunga nonKPR menjadi 12% dari tahun sebelumnya 10,93%.Secara bulanan, bunga dasar kredit rata-rata mengalami penurunan, karena ada pemangkasan beban dana secara signifikan. Namun, secara tahunan bunga kredit nyaris stagnan, meskipun pada periode yang sama bunga acuan (BI Rate) turun sebesar 100 poin menjadi 5,75%.Hingga Februari 2012 bunga deposito tercatat turun 38 poin dibandingkan Desember 5,97%. Adapun bunga kredit rata-rata turun 36 poin menjadi 12,42%. Namun, selisih antara bunga kredit dengan bunga deposito masih tercatat lebar.Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik Haryadi B. Sukamdani menuding bank memanfaatkan momentum ekspektasi kenaikan inflasi untuk mengerek bunga kredit.“Bank ini aji mumpung, kayak sembako saja, BBM mau naik ikutan naik. Argumennya kan lemah sekali, inflasi masih terjaga bunga kok naik,” tegasnya.Menurutnya, pelaku usaha yang memanfaatkan kredit dari bank lapis kedua sudah merasakan kenaikkan bunga kredit. Oleh sebab itu, dia meminta bank sentral menyentil bank-bank yang ingin memanfaatkan situasi ekonomi. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top