GEMPA ACEH: Kota Banda Aceh mulai normal kembali

BANDA ACEH: Setelah 3 jam gempa yang melanda Provinsi Aceh berkekuatan 8,9 pada Skala, jalan kota Banda Aceh berangsur normal, warga kota pun mulai ngopi lagi di warung kopi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 April 2012  |  22:17 WIB

BANDA ACEH: Setelah 3 jam gempa yang melanda Provinsi Aceh berkekuatan 8,9 pada Skala, jalan kota Banda Aceh berangsur normal, warga kota pun mulai ngopi lagi di warung kopi.

 

Sebagaian warung kopi di Banda Aceh sudah dipadati oleh penikmat kopi dan warga yang ingin mengakses internet gratis sambil menikmati kopi.

 

“Saya ke warung kopi mau mengakses berita terkait infomasi gemba Aceh dan juga ingin memberikan infomasi kepada kawan-kawan di luar Aceh melalui jejaring sosial mengenai gempa Aceh,” Hendra Mahasiswa Pertanian Universita Syiah Kuala, Banda Aceh (11 April 2012).

 

Namun sebagian warga kota Banda Aceh masih bertahan di daerah tinggi seperti Blang Bintang Aceh Besar, menyusul gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter. Mereka masih takut kembali ke rumah, yang umumnya berada di dekat pantai.

 

Fahrurrazi warga Kajhu, mengatakan, hingga pukul 20.30 WIB ratusan warga masih memilih bertahan di Kuta Baro hingga Bandara Iskandar Muda Blang Bintang.

 

“Kami hanya mengungsi sementara, takut terjadi Tsunami,” ujar Fahrurrazi.

 

Dia menyebutkan, warga yang lari ke Blang Bintang umumnya yang tinggal di desa yang berada di bibir pantai, saat tsunami 2004 lalu, seperti dari Kajhu, Lambada, dan sejumlah desa lain di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Itu merupakan.

 

Tidak hanya di tempat ketinggian, warga juga masih bertahan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.  Mereka umumnya tidak berani kembali ke rumahnya

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mencabut peringatan potensi tsunami pada pukul 19.45 WIB. Tsunami kecil sempat terjadi di Meulaboh, Aceh Barat, dengan tinggi gelombang 80 sentimeter, dan di Sabang dengan gelombang 0,06 meter. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Zulkarnaini H. Mochtar

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top