SARBAGITA dituntut operasi di 4 koridor

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 11 April 2012  |  18:33 WIB

 

DENPASAR: Organisai Pengusaha Angkutan Darat Bali mendesak pemerintah untuk segera mengoperasikan bus Trans Sarbagita di seluruh koridor untuk merangsang pertumbuhan angkutan pengumpan. 
 
Ketua Organisai Pengusaha Angkutan Darat Bali I Ketut E Dharmaputra mengatakan dengan beroperasinya seluruh bus Trans Sarbagita yang melintas di empat kabupaten/kota maka pertumbuhan angkutan pengumpan diprediksi akan naik. 
 
“Sarbagita sangat memiliki korelasi yang saling menguntungkan dengan angkutan kota,” katanya, hari ini.
 
Secara detil, lanjutnya, bus Trans Sarbagita akan melayani transportasi darat dengan jalur primer. Sementara, seluruh angkutan umum yang dikendalikan oleh pengusaha anggota organda akan bergerak di jalur sekunder atau sebagai pengumpan. Selain itu, angkutan pengumpan juga akan mengupayakan ketepatan waktu untuk dapat terhubung dengan Sarbagita.
 
Saat ini tercatat  dari 1.024 angkutan kota yang ada di Denpasar pada 2011 hanya 400 yang mampu beroperasi setiap hari dengan 5 jalur, seperti dari Terminal Ubung menuju Pasar Kreneng. “Angkutan kota itu tidak ada pertumbuhan yang signifikan, malah justru menurun dari tahun ke tahun.”
 
Sebagai proyeksi 2012, katanya, angkutan di Denpasar akan terus menurun jika Trans Sarbagita tidak kunjung dioperasikan. Sebab, saat ini masyarakat lebih memilih naik kendaraan pribadi dengan menerjang kemacetan dibanding naik sarana angkutan umum yang juga belum jelas jadwal pemberangkatannya. 
 
Selain angkutan umum di Kota Denpasar yang akan mengalami penurunan adalah angkutan pedesaan. Saat ini angkutan pedesaan sudah banyak yang tidak beroperasi. Selain biaya lebih mahal karena menanggung beban perawatan dan bahan bakar minyak, sarana transportasi ini juga belum terkoneksi dengan angkutan lain. 
 
Bantuan Kemenhub
 
Dalam konfirmasi terpisah, Kepala Pengelola Trans Sarbagita Provinsi Bali IB Parsha mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan akan mendatangkan 10 unit bus Trans Sarbagita untuk dioperasikan di dalam kota. “Kami menargetkan bus itu akan segera datang dan beroperasi pada pertengahan 2012.”
 
Sebanyak 10 unit Trans Sarbagita itu, lanjutnya, akan dioperasikan di satu koridor baru yang melintas di tengah Kota Denpasar dan Badung. Koridor baru ini disipakan dari Gelanggang Olahraga Ngurah Rai menuju Universitas Udayana Sudirman Denpasar hingga ke Politeknik Negeri Bali dan berakhir di taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jimbaran.
 
Pengoperasian tambahan bus bantuan itu, katanya, akan menopang gerak bus trans sarbagita yang sudah beroperasi di  koridor pertama di koridor II, Batubulan Kabupaten Gianyar menuju Nusa Dua Kabupaten Badung. Pada koridor baru yang melintasi beberapa kampus universitas dan politeknik dapat melayani segmen penumpang mahasiswa.
 
Sebagai persiapan, lanjutnya, saat ini pemerintah telah menyediakan sejumlah koridor dalam kota untuk melengkapi yang sudah ada. Persiapan ini akan dipercepat mengingat target waktu penetapan operasi koridor Trans Sarbagita dalam kota.
 
Parsha menyampaikan untuk 10 unit armada baru ini didesain lebih ramping dibandingkan angkutan Trans Sarbagita yang sudah beroperasi di koridor II. Badan bus baru ini hanya memuat tempat duduk sebanyak 20 dan 15 untuk berdiri. Sedangkan pada Trans Sarbagita koridor II terdapat 30 kursi duduk dan 20 jatah berdiri.
 
Dukungan anggaran untuk biaya operasional 2012 yang berada pada kisaran angka Rp1,8 miliar juga sudah siap. Anggaran itu menambah biaya operasional 15 bus Trans Sarbagita koridor II sebanyak Rp4,2 miliar pada 2012. “Seluruh anggaran ini dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Bali 2012.” (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top