KASUS CEK PELAWAT: Saksi ringankan Nunun

JAKARTA: Sejumlah saksi meringankan yang dihadirkan kuasa hukum tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti mengungkapkan kedekatan antara istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut dan Miranda Swaray Goeltom. Lini Suparli, kepala asisten rumah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 April 2012  |  15:44 WIB

JAKARTA: Sejumlah saksi meringankan yang dihadirkan kuasa hukum tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti mengungkapkan kedekatan antara istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut dan Miranda Swaray Goeltom. Lini Suparli, kepala asisten rumah tangga Nunun Nurbaeti, menyatakan Miranda kerapkali datang ke kediaman Nunun di Cipete, Jakarta Selatan, ketika sosialita asal Sukabumi tersebut mengadakan acara baik ulang tahun, tarawih, atau pun acara lainnya. "Bu Miranda suka datang ke Cipete [rumah Nunun]. Beberapa kali persisnya yang saya ingat dua kali. Datang pada malam hari. Pada 2004 awal juga pernah datang pada siang hari," ujarnya saat memberikan kesaksian bagi terdakwa Nunun di Pengadilan Tipikor, Rabu, 11 April 2012. Dia menceritakan saat majikannya menerima Miranda sangatlah akrab. Lini yang telah bekerja untuk Nunun selama tiga puluh tahun juga seringkali diminta untuk menyuguhkan sesuatu kepada mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indones periode 2004 itu. "Waktu itu bu Miranda masuk dari ruang depan, lalu menunggu di ruang tunggu. Akrab dengan ibu [Nunun]," tutur Lini. Saksi lainnya Ritje Slamet, petugas catering langganan Nunun. Dia mengatakan pada acara yang diadakan ibu tiga anak tersebut, Miranda yang biasanya datang terlihat sangat akrab. Dia memaparkan apabila ada kegiatan, Miranda sering datang dan tiap kali bertemu keduanya bertegur sapa dengan hangat juga diawali dengan cium pipi kanan dan kiri. "Suka ligat kalau ada kegiatan ada ibu Miranda. Cukup akrab. Suka cium pipi kanan cium pipi kiri," ungkapnya. Salah seorang sopir Nunun, Samid Bahruddin, menceritakan Miranda apabila datang ke rumah Nunun menggunakan Toyota Crowne dan biasanya bertamu dalam waktu lama. Dia juga pernah melihat Miranda datang ke Cipete sebanyak tiga hingga lima kali. Sopir yang telah mengabdi pada Nunun sejak 1998 itu, juga mengaku pernah mengantar Nunun menemui Miranda di Jalan Cilodong. Namun, dia tidak pernah mengantar Nunun ke kantor Miranda. Saat ditemui seusai sidang, Nunun menyatakan dia memang kenal baik dengan Miranda. Sebagai teman baik dia mengenalkan Miranda dengan anggota DPR periode 1999-2004 sebelum fit and proper test DGS BI berlangsung pada 8 Juni 2004. Dia juga mengaku dirinya dan Miranda masih berkawan baik dan tidak ada dendam di antara mereka. Sikapnya mengenalkan Miranda kepada anggota DPR pada saat itu juga merupakan permintaan Miranda yang disampaikan lewat telepon.   "Sampai hari ini saya kawan dekatnya. Kami tidak ada fitnah dan tidak ada dendam," tegasnya. Sebelumnya, Miranda yang juga menjadi tersangka kasus suap cek pelawat, mengaku tidak pernah meminta batuan Nunun untuk dikenalkan kepada anggota DPR periode 1999-2004 terkait pemenangannnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI periode 2004. (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Intan Pratiwi

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top