PENCAPRESAN GOLKAR jadi bom waktu

JAKARTA: Mekanisme penetapan capres dari Partai Golkar yang tidak jelas akan menjadi bom waktu sehingga mengukuhkan opini siapapun calonnya yang diajukan pasca reformasi selalu kalah dalam Pemilu.Pengamat politik, yang juga Direktur Komunikiasi Publik
News Editor | 11 April 2012 17:26 WIB

JAKARTA: Mekanisme penetapan capres dari Partai Golkar yang tidak jelas akan menjadi bom waktu sehingga mengukuhkan opini siapapun calonnya yang diajukan pasca reformasi selalu kalah dalam Pemilu.Pengamat politik, yang juga Direktur Komunikiasi Publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) menilai saat ini muncul persaingan capres dari partai Golkar antara Aburizal Bakrie yang diputuskan berdasarkan Rapimnas dan Jusuf Kalla yang lebih populer di internal partai."Golkar selama ini tidak punya mekanisme yang baku soal penetapan capres. Ini akan menjadi bom waktu kalau tidak terjadi satu kesepakatan di kalangan elit," ujar Burhanuddin usai satu diskusi, Rabu, 11 April 2012.Tidak jelasnya mekanisme pencapresan itu, ujarnya, menunjukkan pascareformasi Golkar tidak solid lagi sehingga muncul fenomena rivalitas Aburizal dan Jusuf Kalla.Dia mengakui rivalitas itu muncul setelah adanya desakan elit partai yang berada di lingkaran dalam Aburizal, yang akrab disapa Ical, untuk mempercepat Rapimnas. Rapimnas itu bertujuan untuk memastikan Ical menjadi satu-satunya capres Golkar."Rapimnas dipercepat karena ada kegalauan dari pendukung Ical terkait adanya mekanisme survei untuk menentukan capres dari Golkar," ujar Burhanuddin.Burhanuddin mengungkapkan berdasarkan hasil survei LSI, nama JK muncul setelah Prabowo Subianto dan Megawati sebagai kandidat presiden paling dipilih pada Pemilu 2014. Nama Ical bersama tokoh nasional lainnya masih berada di bawahnya sehingga kondisi itu ikut memengaruhi pendapat di internal Golkar. (tw) 

>> BACA JUGA:

 

*) PILADA DKI: Foke Tak Jadikan Penghargaan Materi Kampanye

 

Sumber : John Andhi Oktaveri

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top