PREDIKSI IHSG: Awas, indeks dibayangi zona merah!

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi kembali bergerak di zona merah pada hari ini, melanjutkan koreksi pada perdagangan kemarin.Kepala Riset Henan Putihrai Felix Sindhunata menilai belum ada sentimen baru yang membuat pemodal melakukan aksi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 April 2012  |  13:03 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi kembali bergerak di zona merah pada hari ini, melanjutkan koreksi pada perdagangan kemarin.Kepala Riset Henan Putihrai Felix Sindhunata menilai belum ada sentimen baru yang membuat pemodal melakukan aksi beli atau jual, sehingga indeks cenderung bergerak flat."Saya kira indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas. Investor masih wait and see menunggu sentimen baru di market," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.Felix menambahkan pergerakan IHSG akan bergantung pada pergerakan bursa Amerika kemarin malam.Menurutnya, data tenaga kerja Amerika Serikat menjadi sentimen negatif yang memengaruhi pergerakan bursa regional dan global sepekan ini.Mayoritas bursa regional ditutup memerah kemarin, merespons data tenaga kerja AS. Nikkei dan Hangseng, masing-masing tercatat melemah 1,47% dan 0,95%.Felix menambahkan, kondisi Eropa masih menjadi fokus pemodal. Akhir pekan lalu, dia melanjutkan, yield obligasi Spanyol dan beberapa negara Eropa naik, mencerminkan melemahnya kepercayaan pemodal."Di Eropa kondisi makin buruk, bisa dilihat dari naiknya yield obligasi beberapa negara," tandasnya.Meski demikian, Felix menambahkan bahwa koreksi yang mendera indeks sebatas koreksi sehat. Koreksi tersebut, dijelaskannya merupakan imbas dari kenaikan indeks secara terus-menerus selama 5 bulan ini.Hari ini, Felix memerkirakan support-resistance ada di kisaran 4.085-4.185. Dia merekomendasikan beberapa saham a.l BMRI, BBRI, ASII, dan BWPT. "Saham-saham tersebut secara teknikal berpotensi menguat," ujarnya.IHSG bergerak di zona merah pada dua sesi perdagangan kemarin. Aksi jual membuat indeks terkoreksi 0,3% ke level 4154,07. Adapun indeks Bisnis-27 tercatat melemah 0,53% ke level 353,35. Perdagangan relatif sepi dengan volume mencapai 4,47 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,73 triliun.Adapun, 167 saham tercatat mengalami penurunan, sedangkan 95 saham menguat. 135 saham stagnan, sedangkan sisanya 95 saham tidak diperdagangkan.Saham-saham yang koreksinya membebani indeks a.l GGRM yang terkoreksi 1,38%, SMGR yang anjlok 4,40%, dan MYOR yang melemah 2,73%.Secara sektoral, pelemahan dikomando sektor pertanian 0,96% dan sektor pertambangan yang terkoreksi 0,9%. Tiga dari sembilan sektor menguat a.l  properti yang naik 1,09%, perdagangan menguat 0,86%, dan aneka industri yang naik 0,52%.Belum lepas dari suasana libur panjang pekan lalu, pasar saham Indonesia kemarin bergerak relatif lesu.Liburan hari raya yang masih dialami oleh pasar saham Hong Kong, Australia, Filipina, dan Selandia Baru, menurut analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit, Nanda Sitepu, membuat pasar minim sentimen.  Suasana ini dimanfaatkan oleh para investor untuk kembali melakukan aksi  profit taking terhadap saham-saham unggulan dan lapis kedua yang bergerak positif akhir pekan lalu.Di tengah negatifnya perdagangan kemarin saham-saham berbasis properti malah tercatat bergerak positif. Perburuan saham-saham properti dipicu oleh positifnya kinerja tahun 2011 setelah sukses mencetak kenaikan rerata laba bersih sebesar 40,25%.PT Bumi Serpong Damai tbk  (BSDE) menjadi jawara dengan laba bersih tertinggi sebesar Rp840,78 miliar, sedangkan pertumbuhan laba bersih tertinggi diraih oleh PT Agung Podomoro Land tbk (APLN) sebesar 140,98%. (spr) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Kholikul Alim

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top