PERDAGANGAN ORANG: Fenomena gunung es

JAKARTA: Dalam beberapa tahun terakhir ini, isu perdagangan orang makin marak di Indonesia. Data Bareskrim Polri menunjukkan pada 2009-2011 telah terjadi 373 kasus perdagangan orang, dengan korban 440 orang dewasa dan 192 orang anak, serta penangkapan
Adhitya Noviardi | 09 April 2012 19:28 WIB

JAKARTA: Dalam beberapa tahun terakhir ini, isu perdagangan orang makin marak di Indonesia. Data Bareskrim Polri menunjukkan pada 2009-2011 telah terjadi 373 kasus perdagangan orang, dengan korban 440 orang dewasa dan 192 orang anak, serta penangkapan terhadap 450 orang pelaku.Sebenarnya masih banyak lagi kasus-kasus trafficking yang telah dilaporkan atau muncul dalam media, yang jumlahnya tidak sedikit."Bahkan dari data di Kepolisian RI, kasus perdagangan orang ini merupakan fenomena gunung es. Jumlahnya kecil di permukaan, tapi sebebarnya cukup signifikan," kata Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP&PA), Senin, 9 April 2012.Linda berbicara dalam Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang berlangsung di Hotel Millenium Jakarta.Menurut dia, hampir setiap ada berita di media elektronik dan cetak, tentang maraknya isu perdagangan orang. Mulai dari penangkapan pelaku, penyelamatan korban, sampai dengan rehabilitasi dan pengembalian korban yang pada umumnya perempuan dan anak.Sebagai contoh, ujarnya, di Kota Surabaya pada 16 Februari, Kepolisian Resort setempat menangkap seorang pelaku (trafficker) dengan inisial NN, dan menyelamatkan 15 gadis remaja yang berasal dari beberapa daerah tertentu, yang akan dijual dengan harga Rp500.000-Rp1 juta.Begitu juga di Pelabuhan Tanjung Perak, Jatim, awal April ini kembali ditangkap 2 orang pelaku dan dapat diselamatkan 4 orang perempuan, di antaranya ada yang masih duduk di SLTP. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top