DAVID CAMERON kunjungi Myanmar

YANGON: Perdana Menteri Inggris David Cameron dijadwalkan berada di Myanmar pada pekan ini untuk kunjungan pertama pemimpin tertinggi Barat sejak berdasawarsa kekuasaan militer berakhir pada tahun lalu, kata pejabat pemerintah pada Senin.Cameron akan
News Editor | 09 April 2012 22:38 WIB

YANGON: Perdana Menteri Inggris David Cameron dijadwalkan berada di Myanmar pada pekan ini untuk kunjungan pertama pemimpin tertinggi Barat sejak berdasawarsa kekuasaan militer berakhir pada tahun lalu, kata pejabat pemerintah pada Senin.Cameron akan menemui Presiden Thein Sein di ibu kota Naypyidaw pada Jumat dan mengadakan pembicaraan dengan pemimpin lawan Aung San Suu Kyi di Yangon hari sama, kata pejabat pemerintah Myanmar, yang tidak mau disebutkan namanya."Kunjungannya adalah perjalanan sehari," katanya.Pejabat kedua memastikan rencana tersebut, namun menyatakan jadwal itu masih disempurnakan. Pembantu Suu Kyi juga mengatakan kepada AFP bahwa peraih Nobel Perdamaian itu diperkirakan bertemu dengan Cameron pada Jumat di Yangon.Suu Kyi, yang dalam 15 dari 22 tahun belakangan dikurung penguasa, mendapatkan kursi di parlemen untuk pertama kali pada sesudah pemilihan umum sela pada 1 April, yang secara umum dipuji Barat sebagai langkah menuju demokrasi.Partai Liga Bangsa untuk Demokrasi (NLD) merebut 43 dari 44 kursi tersedia, menjadi kekuatan utama lawan di parlemen negara, yang dikuasai tentara dan sekutu politiknya.Ia akan menempati kursinya di majelis rendah untuk pertama kali pada 23 April, kata partainya pada Senin.Menteri Luar Negeri Inggris William Hague pada pekan lalu menyambut keberhasilan wanita 66 tahun itu di jabatan politik sebagai hasil bersejarah rakyat Myanmar, dengan mendesak Thein Sein tetap di jalur perubahan.Pemerintah Myanmar mengumumkan serangkaian perubahan mengejutkan selama tahun lalu, seperti, membebaskan ratusan tahanan politik dan menyambut lawan kembali ke arus utama politik.Cameron akan menjadi kepala pemerintah Barat pertama ke Myanmar sejak tentara menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah baru pada tahun lalu setelah pemilihan umum pada 2010, dengan partai dukungan tentara keluar sebagai pemenang. (Antara/AFP/arh)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top