KINERJA BANK: Kuartal I, Aset BNI Syariah naik 45,81%

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Syariah membukukan kenaikan aset sebesar 45,81% pada akhir triwulan I/2012 dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya yang dipengaruhi pertumbuhan dana pihak ketiga.Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 09 April 2012  |  16:49 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Syariah membukukan kenaikan aset sebesar 45,81% pada akhir triwulan I/2012 dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya yang dipengaruhi pertumbuhan dana pihak ketiga.Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini mencatatkan perolehan aset sebesar Rp9,23 triliun pada akhir Maret 2012, bertambah Rp2,9 triliun dari posisi Maret 2011 yang tercatat p6,33 triliun.Bila dibandingkan dengan akhir 2011 yang tercatat Rp8,46 triliun, maka telah terjadi penambahan Rp770 miliar atau 9,1% pada 3 bulan pertama di tahun ini.“Pertumbuhan aset didorong oleh penambahan DPK [dana pihak ketiga] sebesar Rp700 miliar pada periode Januari—Maret. DPK kami pada akhir Maret sudah mencapai Rp7,9 triliun,” ujar Direktur Bisnis BNI Syariah Bambang Widjanarko kepada Bisnis, hari ini Senin 9 april 2012.Kinerja tersebut telah meningkatkan DPK yang dikelola BNI Syariah sebesar 56,74% dibandingkan dengan periode Maret 2011 yang tercatat Rp5,04 triliun.Meski demikian, Bambang mengakui pertumbuhan pembiayaan tidak sekencang penghimpunan DPK. Pembiayaan yang disalurkan baru bertambah Rp200 miliar dalam 3 bulan pertama di 2012, menjadi Rp5,5 triliun dari akhir 2011 yang tercatat Rp5,3 triliunBila dibandingkan dengan Maret 2011 yang tercatat Rp3,85 triliun, kinerja penyaluran pembiayaan tersebut telah meningkat 42,86% selama setahun terakhir.“Kenaikan pembiayaan didorong oleh pinjaman kepemilikan rumah atau griya yang telah bertambah Rp200 miliar dalam 3 bulan ini. Oustanding pembiayaan griya kami telah mencapai Rp2,23 triliun,” ujarnya.Hal tersebut, lanjutnya, sesuai dengan rencana bisnis perseroan yang ingin memperbesar portfolio pembiayaan griya.Peluang persaingan bisnis pada pembiayaan griya bagi bank syariah semakin terbuka setelah Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah maksimal 70% bagi perbankan konvensional.Kebijakan yang sama belum diberlakukan bagi bank syariah sehingga memiliki peluang untuk berkompetisi dengan bank konvensional dalam ekspansi pembiayaan pemilikan rumah.Pembiayaan griya termasuk bagian segmen konsumer yang mencapai Rp3,4 triliun pada akhir Maret dan mendominasi sekitar 62% dari total portofolio pinjaman. Adapun sisanya pinjaman lainnya disalurkan pada segmen ritel sebesar Rp1,1 triliun dan komersil Rp1 triliun.“Fokus pembiayaan kami pada triwulan II ini belum berubah. Kami masih akan meningkatkan portofolio pada konsumer dan ritel,” ujarnya.Dia berharap portofolio pembiayaan dapat bertambah sekitar Rp1 triliun selama triwulan II, sehingga outstanding pinjaman dapat menyentuh Rp6,5 triliun.  “Harapan kami pembiayaan dapat tumbuh cepat pada triwulan II, karena pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sedikit terhambat,” jelasnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top