ASURANSI KREDIT: Askrindo siap terima premi Rp382,15 miliar

JAKARTA: PT Asuransi Kredit Indonesia akan menjamin kredit Rp23 triliun dengan nilai premi diperkirakan mencapai hingga Rp382,15 miliar melalui kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk dan Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia.Direktur
M. Munir Haikal | 09 April 2012 14:45 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Kredit Indonesia akan menjamin kredit Rp23 triliun dengan nilai premi diperkirakan mencapai hingga Rp382,15 miliar melalui kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk dan Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia.Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Antonius C.S. Napitupulu mengungkapkan kerja sama tersebut terkait penjaminan kredit usaha rakyat (KUR), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan penjaminan kredit ekspor-impor."Kerja sama dengan BRI [Bank Rakyat Indonesia] ini terkait otomasi penjaminan KUR. Tahun ini target KUR total diharapkan dapat mencapai Rp30 triliun, kami berharap dapat menjamin sekitar setengahnya, adilnya kan bagi dua dengan Jamkrindo [Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia], kurang lebih Rp15 triliun," ujarnya, hari ini, 9 April 2012.Otomasi penjaminan KUR adalah sistem komputerisasi yang menghubungkan data penyaluran KUR BRI dengan sistem data Askrindo untuk memudahkan proses verifikasi calon nasabah penerima jaminan. Antonius melanjutkan, melalui penjaminan KUR Rp15 triliun, Askrindo diperkirakan memperoleh premi Rp341,25 miliar atau sebesar 2,275% dari total nilai kredit yang dijamin.Sementara itu, kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) melalui program FLPP perseroan mendapatkan premi sebesar 0,37% dari total nilai penjaminan RP7 triliun ataus ebesar Rp25,9 miliar. Dengan total nilai tersebut, Askrindo diproyeksikan akan menjamin kredit terhadap 200.000 rumah di seluruh Indonesia.Selanjutnya, tambah Antonius, kerja sama dengan Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI) hingga saat ini belum menargetkan nilai penjaminan yang pasti. Namun dia memproyeksikan dalam tahap pertama, perseroan dapat menjamin Rp500 miliar sampai Rp1 triliun kredit ekspor impor.Adapun, tahap pertama yang diperkirakan akan berlangsung selama 1 tahun--2 tahun tersebut memproyeksikan premi 1%--1,5%. Maka perseroan diperkirakan memperoleh premi hingga Rp15 miliar."Untuk BTN dan BRI, karena ini program FLPP dan KUR, memang ada angka fix yang sudah dialokasikan ke sana, dengan LPEI ini karena perdagangan dengan sektor swasta, maka belum ada angka alokasi yang fix," jelasnya.Namun demikian, Antonius optimistis target penjaminan dengan LPEI dapat meningkat seiring dengan prospek ekspor yang positif. Dia menambahkan Rp500 miliar--Rp1 triliun merupakan target minimal karena kondisi ekspor yang masih tertekan akibat ketidakstabilan perekonomian dunia.Dia yakin setelah krisis Eropa dan Amerika berlalu, maka volume kredit yang dijamin perseroan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan ekspor. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top