SEMEN TONASA gandeng Polri bina mental karyawan

 
News Editor | 08 April 2012 20:24 WIB

 

PANGKEP, Sulsel: Manajemen PT Semen Tonasa menjalin kerja sama dengan Sekolah Polisi Negara Batua Makassar untuk menggelar program pembinaan mental bagi 448 calon karyawan anak perusahaan Semen Gresik tersebut. 
 
Kepala Biro Pendidikan dan Latihan (Diklat) PT Semen Tonasa Susi Sudarsih mengatakan program pembinaan mental (bintal) yang akan dilaksanakan selama 12 hari, sejak 9 hingga 20 April 2012 tersebut, masih dalam rangkaian seleksi yang diterapkan pihaknya. 
 
"Sebelum melakukan bintal, para calon karyawan ini sudah mengikuti beberapa tahapan seleksi antara lain seleksi berkas, fisik, psikotes, wawancara, dan tes kesehatan," terang Susi di sela-sela pelepasan 448 calon karyawan Semen Tonasa yang akan mengikuti bintal hari ini.
 
Dia menyebutkan, seleksi calon karyawan yang dilakukan mulai Februari tahun lalu itu diikuti oleh kurang lebih 1.000 pendaftar. Namun, dari serangkaian seleksi yang dilakukan, yang lolos hanya 450 orang, dan yang mendaftar kembali hanya 448 orang. 
 
Dari 448 peserta, hanya 18 orang perempuanm sedangkan selebihnya laki-laki. Adapun untuk karyawan pabrik, 100% tenaga kerja yang dibutuhkan adalah laki-laki. Sementara program bintal yang dilakukan ini bukan akhir dari proses seleksi yang telah dilakukan. 
 
"Dalam bintal nanti, ada serangkaian kegiatan lagi yang harus diikuti. Jika semua peserta mampu melewati kegiatan-kegiatan tersebut, maka mereka akan dinyatakan lulus semua. Tapi bila ada yang gugur dalam proses kegiatan nanti, maka mereka akan dinyatakan gagal menjadi karyawan," paparnya.
 
Meski begitu, pihaknya berharap 448 peserta yang mengikuti Bintal tersebut, akan lulus semua dan menjadi karyawan Semen Tonasa sesuai dengan bidangnya masing-masing. Para calon karyawan itu, dipersiapkan untuk bekerja di pabrik Tonasa V yang segera beroperasi, serta untuk mengisi beberapa posisi pelaksana yang kosong, seperti operator dan lain-lain. 
 
"Mereka ada yang akan ditempatkan di pabrik, kantor pusat, dan Pelabuhan Biringkasi. Pokoknya di seluruh area Tonasa," ucapnya. 
 
Posisi yang akan mereka tempati nanti lanjutnya, tergantung latar belakang pendidikan yang dimiliki. Pihaknya sendiri menerima calon karyawan dengan ijasah SMA dari semua jurusan, seperti jurusan listrik, IPA, IPS, kimia industri, sipil, dan sebagainya. 
 
Dalam seleksi tersebut pihaknya sengaja merekrut calon karyawan dengan ijasah SMA, karena memang untuk tenaga pelaksana. Dengan usia maksimal 25 tahun. Dalam program bintal, para peserta akan dibagi dalam tiga gelombang. 
 
Gelombang I diikuti oleh 169 peserta, gelombang II 157 peserta, dan gelombang III 122 peserta. Mereka akan mengikuti serangkaian evaluasi selama proses kegiatan berlangsung a.l, akan ada bimbingan fisik, keimanan (qolbu), juga ada proses belajar mengajar di dalam kelas. 
 
Setelah lulus tambah Susi, para calon karyawan perusahaan yang tergabung dalam badan usaha milik negara (BUMN) itu, masih harus mengikuti proses training di perusahaan selama satu tahun, dan tiga bulan masa percobaan. Setelah itu, barulah mereka akan diangkat sebagai karyawan tetap. 
 
"Mereka yang mendaftar 70% adalah warga Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), selebihnya ada yang dari Makassar, Jeneponto, Palopo, Takalar, dan Gowa. Semuanya putra daerah Sulsel," tegasnya. 
 
Pihaknya sengaja merekrut banyak warga Pangkep, selain untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal, juga untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurut rencana para peserta program bintal tersebut akan diterima oleh Kapolda Sulselbar Mudji Waluyo besok, Senin, 9 April di SPN Batua Makassar. (sut)

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top