TKI FORMAL: Pemprov Bali beri pinjaman Rp10 miliar

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 08 April 2012  |  18:37 WIB

 

DENPASAR: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar untuk memberikan modal bantuan biaya pemberangkatan bagi tenaga kerja Indonesia asal Bali yang akan bekerja di sektor formal pada 2012.
 
Wayan WirathaKepala Dinas Tenaga Kerja dan Transigrasi Bali, mengatakan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012 itu difungsikan untuk meringankan beban para TKI yang akan berangkat ke lokasi penempatan di luar negeri.
 
"Mereka rata-rata diberikan pinjaman maksimal Rp40 juta," katanya kemarin.
 
Melalui dana itu, lanjutnya, Disnakertrans Bali menargetkan sebanyak 18.000 pemuda asal Bali berangkat ke luar negeri unutk bekerja di sektor formal.
 
Pendidikan di sektor pariwisata dan kelautan pun akan diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional dan terampil. Adapun jumlah TKI formal Bali yang diberangkatkan pada 2011 sebanyak 14.994 orang. 
 
Selain untuk meringankan beban dalam mengurus persyaratan kerja dan biaya pemberangkatan, lanjutnya, dana itu juga untuk mendongkrak jumlah tenaga TKI formal.
 
Secara signifikan, angka pengangguran Bali dengan sendirinya akan berkurang. Inisiatif memberikan pinjaman itu sudah berlangsung sejak 2009 yang mulanya hanya sebesar Rp2 miliar.
 
Saat ini berdasarkan data Disnakertrans setempat angka pengangguran di Bali sudah mencapai 41.603 orang yang rata-rata ada di usia muda, atau 15 tahun keatas.
 
Angka itu sangat jauh dibanding data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang melansir angka pengangguran hingga 52.000 orang. "Angka Disnakertrans didasarkan pada jumlah pengurus kartu pencari kerja."
 
Untuk menggenjot angka tenaga kerja di sektor formal, katanya, Bali juga akan menggelar job fair untuk segmen pariwisata dan kelautan. Berdasarkan catatan 2011, job fair yang digelar Pemprov Bali beserta rekan pengusaha mampu menghasilkan sekityar 6.000 transaksi pemberangkatan TKI formal asal Bali. 
 
Sementara itu, pada 5 April 2012, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Disnakertrans Bali melepas sedikitnya 1.200 tenaga kerja asal Bali untuk sektor formal dengan total lokasi penempatan di 22 negara.
 
Berdasarkan catatan BNP2TKI, sebanyak 888 tenaga terampil dan semiterampil itu dikirim ke AS, Spanyol dan Italia. Adapun, sisanya untuk penempatan di Kanada, Polandia, Inggris, Turki dan sejumlah negara eropa lainnya.
 
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan tenaga kerja terlatih itu mayoritas akan bekerja di sektor kelautan, terutama pariwisata. "Mereka akan bekerja di kapal pesiar, kapal kargo, kapal penangkap ikan dan kapal niaga." 
 
Kepala unit kerja BNP2TKI Denpasar I Wayan Pageh menyatakan para TKI itu berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Bali. Sebanyak 353 orang dari Badung, 151 orang dari Denpasar, 146 dari Buleleng, 100 dari Tabanan serta sisanya berasal dari Klungkung, Karangasem dan Bangli.
 
Sebelum diberangkatkan, lanjutnya, seluruh TKI telah dibekali kartu tenaga kerja luar negeri dan sejumlah surat-surat pendukung sebagai persyaratan kerja. "Dengan diberangkatkannya TKI terampil ini, Bali akan memfokuskan pengiriman tenaga kerja dengan pelayanan dan penjaminan keselamatan kerja TKI." (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top