PASIR BESI: IMMS selesaikan rancangan kajian Amdal

 
News Editor | 08 April 2012 18:19 WIB

 

LUMAJANG: PT Indo Mining Modern Sejahtera (IMMS) telah menuntaskan Rancangan Kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) untuk usaha pertambangan pasir besi pada areal 8.000 hektare di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang menyusul upaya perusahaan itu untuk segera meraih Izin Usaha Pertambangan sektor produksi atas komoditas itu.
 
PT IMMS adalah konsorsium perusahaan nasional-asing yang terdiri atas Hongkong Hani Group dan Siberian Mining Group telah berkomitmen berinvestasi Rp2 triliun guna eksploitasi dan produksi pasir besi, yang berorientasi untuk kebutuhan pasar internsional sehingga industrinya akan dilengkapi instalasi pemurnian serta dermaga.
 
Presiden Direktur PT IMMS Lam Chong San mengatakan proses penyusunan RK Amdal sebagai prasyarat untuk meraih IUP produksi kini tengah diseriusi oleh manajemen, bahkan proses sidang pleno dan sosialiasi atas rancangan kerja Amdal itu.
 
”IMMS tengah berupaya agar bisa segera meraih IUP produksi, karena semua tahapan untuk proses produksi secara teknis telah disiapkan. RK Amdal ini sudah melalui sejumlah proses pengujian dan revisi sehingga diharapkan nantinya proses eksploitasi dan produksi pasir besi IMMS sesuai ketentuan dan ramah lingkungan,” katanya kepada Bisnis  hari ini.
 
Chong-san menerangkan terakhir proses RK Amdal telah diplenokan dengan melibatkan sejumlah kalangan terkait termasuk masyarakat dan akademisi pada Senin, (2/4) awal pekan lalu.
 
”Pada proses tersebut, ternyata ada sejumlah masukan dan akan menjadi dasar revisi. Targetnya, dalam rentang waktu dekat IUP produksi bisa segera diraih,” tegasnya.
 
Dia mengatakan untuk persiapan produksi pihaknya telah mendatangkan sejumlah mesin pengolahan untuk menjadi peralatan utama pabrik pemurnian pasir besi.
 
”Target produksi diharapkan bisa 20.000 ton per hari. Untuk itu, investasi Rp2 triliun itu untuk masa tujuh tahun [2010-2016]. Road map manajemen akan ada 25 set mesin atau totalnya 50 unit mesin dimana satu mesin mampu berproduksi 3.500 ton per hari. Artinya akan equivalent dengan 20.000 ton per hari atau 600.000 ton per tahun”
 
Lepas 4.000 Ha
 
Chong-san mengungkapkan pihaknya kini telah mematangkan dan memfokuskan usaha sektor pertambangan pasir besi di Lumajang.
 
”Terus terang dari alokasi izin prinsip awal IMMS mendapatkan 8.000 hektare lahan yang berpotensi pasir besi dari total potensi di Lumajang seluas 12.500 hektare.
 
Rencananya bila IUP produksi sudah diperoleh, maka IMMS hanya berkonsentrasi pada 4.000 Ha saja. Khusus untuk 4.000 hektare lainnya akan dilepas,” ujarnya.
 
Proses pelepasan 4.000 hektare, kata dia, akan seiring bila proses IUP produksi pasir besi IMMS dapat diraih.
 
”Bagi IMMS fokus untuk 4.000 Ha saja sudah sangat luar biasa, jadi biarlah 4.000 Ha lainnya bisa dikerjakan oleh pihak lainnya agar bisa lebih optimal,” tegasnya. (sut)

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top