LIBURAN PASKAH: Hotel & mal di Bandung panen pengunjung

 
News Editor | 08 April 2012 16:52 WIB

 

BANDUNG: Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung meraup omzet miliaran rupiah selama libur panjang pekan lalu. Komoditas tekstil menjadi penyumbang pembelian terbesar. 
 
Herman MuchtarKetua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, mengatakan hotel di Jawa Barat mencatat tingkat hunian kamar mencapai 90% dari total 15.000 kamar hotel selama masa libur Paskah 6-8 April.
 
“Artinya sekitar 13.000 kamar hotel terisi selama liburan Paskah yang bertepatan di akhir pekan itu,” katanya hari ini.
 
Menurut dia, jika rata-rata tamu hotel menginap dengan tarif sebesar Rp300.000 per hari, diperkirakan transaksi untuk jasa penginapan saja sudah mencapai hingga Rp4 miliar per hari, belum termasuk transaksi konsumsi.
 
Herman menghitung jika rata-rata tamu hotel menginap 2 orang, dengan konsumsi masing-masing Rp300.000, berarti transaksi yang terjadi mencapai Rp8 miliar.
 
“Jadi, total dari tamu hotel dan konsumsinya saja sudah mencapai Rp12 miliar, belum yang lainnya," jelasnya.
 
Selama ini kontribusi hotel, restoran, dan hiburan memang menjadi pendapatan pemerintah yang cukup besar. Pada 2011 saja jumlahnya mencapai Rp250 miliar.
 
Data Jasa Marga menyebutkan sebanyak 200.000 kendaraan memasuki Kota Bandung pada libur Paskah pekan lalu. Kondisi ini mendongkrak perolehan transaksi di sejumlah pusat perbelanjaan Kota Bandung. 
 
Menurut Senior Supervisor Retail Pasar Baru Hein Adolf Wuwungan, saat long weekend total uang yang dibelanjakan pengunjung bisa menyentuh Rp8 miliar per hari.
 
“Untuk eceran, seorang pengunjung dapat menghabiskan dana Rp200.000--Rp300.000 per orang. Sementara untuk grosiran sendiri dapat mencapai Rp1 juta,” katanya.
 
Pihaknya mencatat dalam kondisi normal, jumlah pengunjung Pasar Baru Bandung sekitar 20.000-30.000 orang per hari. Jumlah tersebut akan meningkat terutama saat libur panjang yang bisa mencapai 40.000-50.000 pengunjung per hari.
 
Dia mengungkapkan Pasar Baru sebagian besar menawarkan komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT) dan produk garmen sehingga sekitar 70% komoditas yang dibeli konsumen adalah busana.  
 
Turis asing
 
Selain wisatawan lokal, lanjutnya, pengunjung Pasar Baru banyak pula yang merupakan wisatawan mancanegara, a.l Malaysia dan Singapura.
 
Dia memaparkan dalam sebulan terdapat 2.000-3.000 wisman Malaysia yang berbelanja di Pasar Baru. Sementara sekitar 75 orang wisman Singapura setiap bulannya berkunjung ke sana. 
 
“Tidak jarang para pengunjung asal Malaysia itu bertransaksi menggunakan ringgit. Karena banyak pedagang di Pasar Baru yang menerima pembayaran menggunakan mata uang ringgit,” ujarnya. (sut)

Sumber : Dinda Wulandari / Wisnu Wage Pamungkas

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top