TERTIMBUN SALJU, Nasib 100 lebih tentara Pakistan belum jelas

ISLAMABAD: Salju longsor menimbun markas satu batalion Angkatan Darat Pakistan di dekat perbatasan dengan India, Sabtu (7/4), dan menimbun 124 prajurit serta 11 warga sipil, sementara tak ada tanda penyintas 17 jam kemudian, kata militer.Salju yang disebabkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 April 2012  |  06:24 WIB

ISLAMABAD: Salju longsor menimbun markas satu batalion Angkatan Darat Pakistan di dekat perbatasan dengan India, Sabtu (7/4), dan menimbun 124 prajurit serta 11 warga sipil, sementara tak ada tanda penyintas 17 jam kemudian, kata militer.Salju yang disebabkan oleh longsor tersebut memiliki ketinggian 25 meter di daerah selebar satu kilometer, kata juru bicara Angkatan Darat Mayor Jenderal Athar Abbas sebagaimana dikutip stasiun televisi resmi.Semua korban itu terjebak di salah satu lingkungan paling berat di Bumi, yang berada pada ketinggian 4.500 meter di atas permukaan laut di dekat Gletser Siachen di gugusan gunung Karakoram.Daerah tersebut adalah salah satu perbatasan paling tegang secara militer, tempat pasukan Pakistan dan India telah saling berhadapan di wilayah sengketa selama beberapa dasawarsa.Sebelas pegawai sipil di markas militer itu juga terkubur salju bersama dengan prajurit dari Batalion Infantri Ringan Utara 6, kata militer di dalam satu pernyataan."Markas batalion ini terletak di tempat yang sama selama 20 tahun belakangan dan tak pernah terjadi bencana alam," demikian isi pernyataan tersebut.Helikopter dikerahkan untuk melancarkan operasi pertolongan. Tentara menggunakan anjing pelacak untuk menyusuri daerah itu, kata militer.Peralatan berat diterbangkan ke lokasi bencana dari kota garnisun Rawalpindi, dekat ibu kota Pakistan, Islamabad."Ini terjadi pada pukul 06.00 (waktu setempat). Salju longsor ini biasanya terjadi pada malam hari. Peristiwa tersebut membuat mereka terkejut," kata Abbas kepada Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi.Angkatan Darat mendaftar nama warga sipil dan tentara yang hilang di jejaring hubungan masyarakatnya.Militer telah menguasai Pakistan selama lebih dari separuh dari 64 tahun sejarahnya, mengatur kebijakan keamanan dan luar negeri bahkan saat pemerintah sipil berkuasa, seperti yang terjadi saat ini.Siachen adalah bagian utara wilayah Kashmir di Himalaya. Wilayah tak bertuan Siachen berada 6.000 meter di atas permukaan laut.Para ahli militer mengatakan iklim yang tak ramah dan lereng terjal yang rawan longsor telah merenggut lebih banyak jiwa dibandingkan pertempuran.Kashmir, yang mayoritas warganya pemeluk Islam, berada di pusat permusuhan antara India dan Pakistan dan penyebab dari dua dari tiga perang berskala besar kedua negara bertetangga itu.Siachen telah digambarkan sebagai medan tempur paling tinggi di dunia. Tentara Pakistan dan India telah berjuang melawan ketinggian 6.000 meter dengan temperatur minus 60 derajat Celsius.Antara 10.000 dan 20.000 prajurit Pakistan dan India ditempatkan di pegunungan di atas gletser tersebut.Proses perdamaian sementara berlaku, dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh pada Ahad, kunjungan pertamanya ke India oleh seorang kepala negara Pakistan sejak 2005. (Antara/faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top