EKSPANSI USAHA: Pengembang Malaysia bidik pasar Indonesia

JAKARTA: SP Setia Bhd, pengembang properti ternama asal Malaysia, menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan pengembang lokal untuk berinvestasi di Indonesia.Tan Sri Liew Kee Sin, CEO SP Setia Bhd mengatakan menggeliatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia
Anggriawan Sugianto
Anggriawan Sugianto - Bisnis.com 08 April 2012  |  04:56 WIB

JAKARTA: SP Setia Bhd, pengembang properti ternama asal Malaysia, menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan pengembang lokal untuk berinvestasi di Indonesia.Tan Sri Liew Kee Sin, CEO SP Setia Bhd mengatakan menggeliatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menyebabkan pengembang KL Eco City itu tertarik untuk mempelajari pasar yang ada, dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta.“Melalui kantor perwakilan ini kami akan mempelajari pasar properti di Indonesia, dan harapannya bisa segera berinvestasi di sini. Kami juga membuka peluang kerjasama dengan pengembang lokal,” katanya dalam konferensi pers, kemarin.Menurut Liew, pengembang lokal yang akan diajak bekerja sama itu harus memiliki konsep dan filosofi bisnis yang sama dengan SP Setia Bhd dan karena selama ini perusahaan tersebut fokus terhadap pengembangan properti jenis township houses dan bangunan komersial, dia berharap dapat melakukan hal yang sama di Indonesia.Namun, hingga saat ini Liew mengaku belum mengambil langkah pasti untuk ekspansinya di Indonesia. Jakarta sendiri merupakan tujuan kelima dari ekspansi SP Setia setelah Vietnam, Singapura, Australia, dan Cina.“Sebenarnya kami terbuka untuk mengembangkan berbagai jenis properti di Indonesia, selain township houses dan bangunan komersial yang selama ini jadi fokus kami. Peluang kerjasama dengan pengembang lokal juga akan selalu ada selama lokasi yang ditawarkan bagus dan filosofi bisnisnya cocok dengan kami,” jelas Liew.Richard Ong Kek Seng, Executive Vice President SP Setia Bhd, menambahkan masa studi pasar tersebut akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun, setelah itu baru pihaknya memutuskan untuk berinvestasi atau tidak. Wilayah pertama yang pasarnya akan dipelajari adalah Jakarta Raya, mengingat posisinya sebagai ibukota Indonesia.Di Vietnam, SP Setia digandeng konglomerasi lokal ternama Becamex IDC Corp untuk meluncurkan proyek GDV Township bernama EcoLakes at My Phuoc seluas 558 hektare dengan nilai sekitar US$880 juta, pada 2007.Sedangkan di Melbourne, Australia SP Setia membangun hunian kelas menengah atas di sentra bisnis kota tersebut yang dikenal dengan Fulton Lane. Di Singapura, perusahaan tersebut membangun kondominium 18 Woodsville.Sementara itu, Rusmin Lawin, Deputi Sekretaris Jenderal Hubungan Luar Negeri Real Estate Indonesia (REI), menilai penjajakan yang dilakukan SP Setia ini akan semakin mengangkat nama Indonesia di dunia investasi internasional.“Saya yakin, tinggal tunggu waktu sampai SP Setia berinvestasi di Indonesia, dan segmen yang akan dibidik mungkin menengah ke atas,” ujarnya.Rusmin menuturkan pengembang lokal tidak perlu mengkhawatirkan persaingan yang akan semakin ketat, mengingat kebutuhan rumah di Indonesia masih cukup tinggi dan pasar terus bertumbuh sejalan dengan menggeliatnya perekonomian. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top