PALU RUSUH, polisi keluarkan perintah tembak di tempat

PALU: Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah, kembali rusuh, dipicu bentrok warga dua kelurahan yang meledak pada Rabu dan Kamis, 4-5 April 2012. Sebagian warga dilaporkan mengungsi.
News Editor | 07 April 2012 07:32 WIB

PALU: Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah, kembali rusuh, dipicu bentrok warga dua kelurahan yang meledak pada Rabu dan Kamis, 4-5 April 2012. Sebagian warga dilaporkan mengungsi.

 

Seorang tewas bernama Ruflan, dan 5 rumah serta satu unit sepeda motor dibakar. Selain itu juga terdapat korban luka dua di antarnya dari satu intelijen TNI yang terkena senapan angin.

 

Dalam aksi bentrok tersebut kedua warga menggunakan busur, senapan angin, batu dan senjata rakitan lainnya.

 

Namun, situasi Sabtu 7 April 2012 sudah aman terkendali, setelah 460 personel gabungan Brimob & Shabara Polda serta TNI dari Kodim Donggala dan Batalion Raksatama 711 diturunkan.

 

Polisi juga mengeluarkan perintah tembak di tempat. "Tapi tindakan tegas ini terukur,” kata Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan.

 

Dia menambahkan perintah itu dikeluarkan tanpa memandang kelompok manapun, sepanjang tindakan yang bersangkutan mengancam keselamatan jiwa orang lain.

 

Saat ini polisi telah menahan 2 tersangka pelaku pembakaran rumah. Polisi juga sudah mengantongi enam nama lainnya yang kini sedang dalam pencarian.

 

Bentrokan warga Kelurahan Nunu dan Tavanjuka di Kecamatan Palu Barat telah berlangsung sejak lama. Meski, kedua warga kelurahan itu sebenarnya masih punya hubungan keluarga.

 

Pada 7 Januari 2012 dini hari, bentrokan kembali pecah. Seorang tewas bernama Ridwan akibat tertembak di bagian dadanya. Selain tewas, dua rumah dan dua sepeda motor ikut dibakar.

 

Minggu, 8 Januari 2012 sekitar pukul 22.00 waktu setempat, seorang warga dari Kecamatan Palu Barat ditemukan tewas mengenaskan dalam wilayah konflik. (Antara/Bsi)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top