EKONOMI AS: Klaim tunjangan pengangguran di AS terendah dalam 4 tahun

 
News Editor | 06 April 2012 02:04 WIB

 

WASHINGTON: Klaim tunjangan pengangguran AS turun pekan lalu ke level terendah dalam 4 tahun, menambah tanda-tanda kesehatan dalam perekonomian Negeri Paman Sam.

 

Departemen Tenaga Kerja pada hari ini, 5 April 2011, melaporkan klaim pengangguran turun 6.000 ke 357.000 dalam pekan yang berakhir 31 Maret, paling kecil sejak April 2008.

 

Pasar tenaga kerja yang meningkat, harga saham naik dan kredit yang lebih mudah mengangkat kepercayaan dan belanja konsumen AS –yang menyumbang 70% pada ekonomi. 

 

AS juga akan melaporkan ketenagakerjaan yang diprediksi akan ada penambahan 200.000 pekerjaan pada Maret. Jika benar, maka itu akan jadi kenaikan di atas 200.000 terpanjang sejak akhir 1999 hingga awal 2000.

 

"Pasar tenaga kerja akan terus pulih secara bertahap, meskipun kami  pikir perlu waktu lama," kata Ryan Sweet, ekonom senior Moody Analytics Inc di West Chester, Pennsylvania. 

 

"Perekonomian naik dengan cukup baik mengingat adanya permasalahan yang kita lihat dari Eropa."

 

Perusahaan mempertahankan pekerja dan mempekerjakan tenaga baru di tengah penjualan yang kuat dan kepercayaan konsumen yang meningkat. 

 

Penjualan mobil naik

 

Pekan ini Institute for Supply Management melaporkan manufaktur berkembang dengan kecepatan yang lebih tinggi pada Maret dari bulan sebelumnya.

 

Di sisi lain, penjualan mobil dan truk ringan berada pada tingkat 14,3 juta secara tahunan pada Maret, menjadikannya sebagai kuartal terkuat dalam 4 tahun. 

 

Don Johnson, Wakil Presiden Penjualan General Motors Co di AS, mengatakan pasar tenaga kerja yang lebih kuat sedang mengokohkan sentimen konsumen dan belanja. Peningkatan itu jelas dalam penjualan mobil baru.

 

Laporan dari ADP Employer Services menemukan bahwa gaji perusahaan tumbuh sebesar 209.000 pada Maret, dengan pekerjaan berkembang di semua sektor utama perekonomian. (Bloomberg/Mtb/ea)

Sumber : Newswires

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top