UNI EROPA cekal maskapai Libya dan Venezuela

BRUSSELS: Karena alasan keselamatan penerbangan (flight safety reason) semua pesawat terbang maskapai penerbangan Libya dan operator angkutan udara Venezuela Conviasa dilarang terbang k- 27 negara anggota Uni Eropa, Selasa.
News Editor | 05 April 2012 00:32 WIB

BRUSSELS: Karena alasan keselamatan penerbangan (flight safety reason) semua pesawat terbang maskapai penerbangan Libya dan operator angkutan udara Venezuela Conviasa dilarang terbang k- 27 negara anggota Uni Eropa, Selasa.

 
Pengawasan keselamatan penerbangan berlisensi di Libya menimbulkan keprihatinan serius. Tetapi Uni Eropa memutuskan tidak menempatkan mereka dalam daftar hitam setelah otoritas penerbangan sipil Libya mengadopsi pembatasan mereka sendiri."Meskipun demikian, pelaksanaan langkah-langkah yang diputuskan pemerintah Libya tetap tunduk pada pemantauan ketat," kata Badan Eksekutif Uni Eropa. 
Menurut AFP, pada Libya, setelah berkonsultasi dengan para pejabat Uni Eropa, memutuskan melarang pesawat terbang maskapai penerbangannya terbang ke Uni Eropa sampai setidaknya 22 November.
 
Daftar keselamatan udara terbaru Eropa mencakup 279 maskapai penerbangan dari 21 negara, mulai dari Afghanistan ke Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Filipina dan Zambia.

Perusahaan penerbangan Venezuela ditambahkan ke dalam daftar hitam maskapai penerbangan karena catatan sering mengalami kecelakaan. 

 
Pernyataan Komisi Eropa tentang Conviasa adalah dilarang karena alasan demi keamanan akibat banyak kecelakaan berdasarkan pengecekan di bandara-bandara Uni Eropa.Uni Eropa juga meninjau catatan keselamatan penerbangan dari dua operator penerbanganlain Venezuela, Latinoamerica Estellar dan Aerotuy. Tetapi memutuskan menempatkan mereka di bawah peningkatan pemantauan, bukan memaksakan pembatasan.Di Caracas, pemerintah Presiden Hugo Chavez, cepat menolak tindakan Uni Eropa itu dan menyebutnya sama sekali tak proporsional.Dalam satu pernyataan, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengancam Brussels dengan tindakan timbal balik untuk mempertahankan kepentingannya dan gengsi dari maskapai ini. (Antara/AFP/arh)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top