TAMPAR SIPIR: Aburizal Bakrie sarankan Denny minta maaf

JAKARTA: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie menyarankan agar Wakil Menkumham Denny Indrayana meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika benar menampar salah seorang sipir lembaga pemasyarakatan Pekanbaru."Saya sarankan Denny Indrayana
M. Syahran W. Lubis | 05 April 2012 17:00 WIB

JAKARTA: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie menyarankan agar Wakil Menkumham Denny Indrayana meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika benar menampar salah seorang sipir lembaga pemasyarakatan Pekanbaru."Saya sarankan Denny Indrayana meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, jika benar dia melakukan penamparan sipir," kata Aburizal hari ini.Sebelumnya dilaporkan Denny bersama petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penjemputan terhadap tiga narapidana yang diduga melakukan pencucian uang dari hasil penjualan narkoba dari balik penjara di Lapas Pekan Baru Riau. Pada saat sidak itu diduga Wamenkum Denny menampar salah seorang sipir yang sedang berjaga.Menurut Aburizal  meski Denny, kalau benar, hanya menampar seorang sipir, namun hal itu akan melukai hati seluruh sipir di Indonesia. Bukan itu saja, Denny juga dianggap telah menampar 4,5 juta Pegawai Negeri Sipil di Indonesia.Karena itu, ujarnya, Aburizal mengharapkan akan lebih baik jika segera mengakui salah dan meminta maaf.

Aburizal menjelaskan pada zaman Perang Dunia II salah seorang jenderal Amerika Serikat, George Patton pernah menampar seorang tentara anak buahnya. Karena tindakannya tersebut Jenderal Dwight Eisenhower menghukumnya.Atas hukuman tersebut George Patton membela diri dengan mengatakan apa yang dilakukannya sebagai sebuah hal sepele. Namun alasan tersebut dijawab Eisenhower  sebagai sebuah pelecehan terhadap seluruh tentara AS.Pakar hukum pidana OC Kaligis mengatakan bahwa tindakan Denny Indrayana menampar sipir di lembaga pemasyarakatan Pekanbaru merupakan kriminal murni."Tindakan menampar itu sudah kriminal murni, jadi harus ada proses hukum yang jelas terhadap siapapun apalagi pejabat negara untuk ditindak," kata OC Kaligis. Menurutnya, seorang pejabat harus memberikan contoh dan perilaku yang baik bukan bertindak semena-mena dalam menjalankan tugas.Kaligis mengatakan bahwa mantan Sekretrais Satgas Mafia Hukum itu memiliki mental negatif dan perlu ada tindakan tegas dan diperoses sesuai hukum yang berlaku.Menurutnya, Denny juga telah membuat keterangan palsu atas pembelaannya bahwa semula tidak mengakui, namun belakangan baru diakui telah menampar setelah memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan di Jakarta. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top