BULOG MALANG serap 10.000 ton beras petani

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  19:40 WIB

 

MALANG: Penyerapan beras oleh Bulog Malang sampai akhir Maret 2012 mencapai 10.000 ton dan terus dipacu sampai  panen musim kemarau (MK)-1 hingga memenuhi target pengadaan sebesar 63.000 ton.
 
Kepala Bulog Malang Awaluddin Iqbal mengatakan BUMN tersebut berhasil menyerap beras sebanyak itu karena Maret merupakan puncak panen padi sehingga harga komoditas tersebut cenderung turun. Panennya hampir merata di setiap daerah, terutama kawasan Pasuruan dan Malang.
 
“Secara umum, harga beras di Malang memang sudah turun, namun masih banyak di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yakni Rp6.800-Rp6.900 per kg di tingkat penggilangan petani, namun sebagian kecil lagi ada yang dijual sesuai HPP,” katanya hari ini.
 
Di Pasuruan, lanjut dia, masih banyak beras yang dijual sesuai HPP. Karena itulah, sumbangan penyerapan beras sebanyak itu banyak disumbang dari pengadaan beras di Pasuruan.
 
Dibandingkan daerah-daerah lainnya, dia akui, pengadaan beras sebanyak itu masih moderat. Artinya ada daerah yang lebih kecil pencapaian penyerapan beras, namun ada juga yang lebih besar.
 
Namun bila dikaitkan dengan target pengadaan beras sebanyak 63.000 ton pada 2012, menurut dia, Bulog Malang masih harus bekerja keras untuk mencapainya. Dia berharap, pada April pengadaan beras bisa dipacu lebih besar lagi.
 
Hal itu bisa terjadi jika tren harga beras terus menurun berkaitan dengan pasokan bahan kebutuhan pokok yang melimpah. Di sisi lain, inflasi tidak meningkatkan  ekspetasi pasar dampak rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) meskipun kebijakan tersebut urung dilaksanakan.
 
Erny Fatma Setyoharini, Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Stastik Kota  Malang, mengatakan  komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Maret, yakni beras -0,1066% , dagung ayam ras -0,1021 %, tomat sayur -0,0878 %, telur ayam ras sebesar -0,0778%,  bawang merah -0,0471% , kentang sebesar -0,0093%, apel  -0,0051%, selada -0,0046 %, dan kepiting  -0,0033 %.
 
Jika pengadaan beras pada April masih belum mencapai target pengadaan 2012, lanjut Iqbal, maka kekurangannya diharapkan bisa dipenuhi pada puncak panen padi musim tanam MK-1 yang diperkirakan pada Juni-Juli.
 
Untuk memotong rantai distribusi beras agar harganya tidak terdongkrak, ucap dia, Bulog Malang menggandeng gabungan kelompok tani (Gapoktan). Gapoktan di Pasuruan yang bekerja sama dengan Bulog Malang sebanyak 23 gapoktan, sedangkan di Malang sebanyak 13 gapoktan.
 
Meski begitu, dia akui, gapoktan belum bisa maksimal memasok beras ke Bulog. Mereka masih terus dibina dalam berbagai aspeknya. Karena itulah, Bulog Malang masih mengandalkan rekanan dalam pengadaan beras.
 
Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Malang Jarot Edi Sulistyono, mengatakan terkait dengan batalnya pemerintah menaikkan harga BBM maka penerima beras untuk keluarga miskin (raskin) tetap, tidak ditambah.
 
Jika harga BBM dinaikkan, lanjut dia, rencananya rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin akan ditambah 15% dari jumlah RTS eksisting, yakni 26.734 keluarga.(sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top