PASAR INDUK jadi penopang stabilisai harga

 
News Editor | 04 April 2012 18:21 WIB

 

BANDUNG: Pedagang pasar tradisional di Jawa Barat meminta adanya pasar induk di kota-kota besar Jabar agar dapat membantu stabilitas harga.
 
Usep Iskandar Widjaya, Ketua Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Jabar,  mengatakan pasar induk dibutuhkan sebagai pengendali harga untuk pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah tersebut.
 
“Idealnya per lima wilayah ada pasar induk. Pasar itu berfungsi sebagai distributor yang menyuplai kebutuhan pasar-pasar tradisional agar lebih efektif,” katanya kepada Bisnis hari ini.
 
Menurutnya efektivitas kegiatan perdagangan dapat terjadi dengan adanya pasar induk. Karena pedagang pasar tradisional bisa memotong rantai distribusi pasokan.
 
“Selama ini kan pedagang menyiasati pasokan  dengan mengambil langsung dari wilayah pertanian yang terbilang jauh, jika ada pasar induk akan lebih efektif,” katanya.
 
Dia mengemukakan kota besar, seperti Kota Bekasi sudah seharusnya memiliki pasar induk sebagai penyedia kebutuhan pasar tradisional di kota tersebut. Selama ini, Kota Bekasi masih mengandalkan pasar induk Kramat Jati Jakarta Timur.
 
“Kota Bandung punya pasar induk Caringin dan memang dirasa lebih efektif untuk pedagang termasuk pengecer. Seharusnya Kota Bekasi punya pasar induk seperti Bandung,” katanya.
 
PESAT Jabar mencatat terdapat 1.113 pasar tradisional di Jawa Barat. Kota Bandung sendiri memiliki dua pasar induk, pasar caringin dan gede bage. Namun sayangnya, pasar induk gede bage selama beberapa tahun ini malah berperan sebagai pengecer.
 
Hal senada juga diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jabar Dadang Suganda. Menurutnya, kehadiran pasar induk juga dapat menjaga inflasi di kota tersebut. 
 
“Harga-harga barang bisa relatif stabil dengan adanya pasar induk,” katanya. (sut)
 
>> BACA JUGA:
 

Sumber : Dinda Wulandari / Roberto Purba / Ringkang Gumiwang

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top