KTT ASEAN: 6 Agenda Masyarakat Ekonomi Asean disepakati

PHNOM PENH: Asean menetapkan enam Agenda Phnom Penh sebagai kerangka kerja untuk mempercepat pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean 2015 dan konektivitas kawasan.Wakil Presiden Boediono mengatakan enam Agenda Phnom Penh ini merupakan penajaman dari apa
Aprilian Hermawan | 04 April 2012 13:53 WIB

PHNOM PENH: Asean menetapkan enam Agenda Phnom Penh sebagai kerangka kerja untuk mempercepat pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean 2015 dan konektivitas kawasan.Wakil Presiden Boediono mengatakan enam Agenda Phnom Penh ini merupakan penajaman dari apa yang sudah dirancang oleh Indonesia sebagai Ketua Asean 2011.“Dalam Agenda Phnom Penh apa yang sudah Indonesia lakukan dipertajam, lebih difokuskan untuk mencapai Masyarakat Ekonomi Asean 2015,” ujarnya di sela-sela KTT Asean, Rabu 4 April 2012.Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan Kamboja sebagai Ketua Asean 2012 sudah merinci Agenda Phnom Penh ini yang akan menjadi kerangka kerja pada 2012 ini.Agenda pertama, mengenai penguatan stabilitas keuangan kawasan dalam mengghadapi ancaman krisis global yang masih membayangi.Kamboja akan mendorong Asean sesegera mungkin melipatgandakan dana perjanjian pertukaran (swap) mata uang regional menjadi US$240 miliar dari kondisi saat ini US$120 miliar.“Kita harus mendorong para menteri keuangan untuk mempererat kerja sama agar bisa merealisasikan komitmen ini,” ujarnya.Kedua, memastikan rencana induk pembangunan Masyarakat Asean 2015 dibidang ekonomi, politik, dan sosial budaya tepat waktu, dengan meratifikasi sejumlah perjanjian.Ketiga, memprioritaskan pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015, untuk mengubah kawasan ini sebagai pasar tunggal dan basis produksi, serta perdagangan bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil.Agenda keempat mengenai rencana konektivitas Asean dalam infrastruktur fisik dan maupun kelembagaan. Konektivitas Asean ini merupakan kunci utama untuk mempersempit kesenjangan pembangunan antarnegara Asean.Menurut Hun Sen, rencana induk konektivitas Asean ini harus segera dipromosikan  apalagi sudah terbentuk Dana Infrastruktur Asean yang akan membiayai proyek-proyek fisik yang menjadi prioritas.Rencana induk konektivitas Asean ini bisa dipercepat jika banyak perusahaan swasta yang ikut terlibat.Agenda Phonm Penh kelima adalah menciptakan pasar bebas di bidang tenaga kerja terampil termasuk perlindungan pekerja migran.Negara anggota Asean juga harus segera memperkuat kerja sama untukpekerja migran yang berada di luar negeri.“Asean sudah mulai membahas tenaga kerja ini, namun belum sampai tahap implementasi. Tahun ini, harus segera diselesaikan,” ujarnya.Agenda terkahir adalah perkuatan manajemen bencana karena sejumlah engara di Asean sudah mulai mengalami banjir parah dan memerlukan penanganan khusus yang terintegrasi. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top