KELUHAH NASABAH: Bank papan atas tekan angka komplain

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 04 April 2012  |  21:09 WIB

 

JAKARTA: Bank papan atas ramai-ramai menekan komplain terhadap transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Namun, tekadang kesalahan bukan semata-mata berada di tangan perbankan, tetapi juga nasabah.
 
Direktur PT Bank Mandiri Tbk Kresno Sediarsi menungkapkan dari 100.000 transaksi yang dilakukan nasabah ada tujuh transaksi yang diadukan nasabah ke perseroan, baik itu kelalaian nasabah sendiri, maupun kesalahan sistem bank.
 
“Setiap 100.000 transaksi kami ada 7 pengaduan. Kami selama setahun ada sekitar 2 miliar transaksi,” ujarnya dalam seminar Mediasi Perbankan: Optimalisasi Perlindungan Nasabah di Menara Thamrin, Bank Indonesia, hari ini
 
Dia menyampaikan biasanya pengaduan dari nasabah dalam transaksi perbankan itu akibat kesalahan sistem teknologi. Namun, lanjutnya, perbankan tak serta-merta menyalahkan teknologi.
 
“Kami tidak bisa juga menyalahkan jaringan teknologi. Selain itu, ada juga kelalaian nasabah. Ini bisa akibat nasabah tidak fokus saat mengambil uang di ATM, karena kami punya rekamannya dalam CCTV,” paparnya.
 
Dirut PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyampaikan dalam sehari ada 700 pengaduan dari 7 juta transaksi per hari. Menurutnya, pengaduan rata-rata muncul karena ada pengaduan nasabah.
 
“Jadi, setiap 10.000 transaksi terdapat 1 pengaduan. Sekarang per hari transaksi sudah mencapai 8 juta transaksi, dan di masa peak bisa Rp10 juta,” tuturnya.
 
Sepanjang tahun lalu, paparnya, total pengaduan nasabah yang diterima BCA mencapai 250.000 pengaduan, dimana 11 di antaranya tidak bisa diselesaikan secara langsung, sehingga perlu mediasi Bank Indonesia.
 
Dari 11 kasus yang dimediasi, lanjutnya, 10 kasus bisa selesai dengan win win solution dan 1 tidak sepakat. “Ini karena memang tak ada gading yang tak retak. Jadi kami sudah manfaatkan saran yang diberikan BI,” jelasnya.
 
Dia menyadari dalam menjaga dan melindungi nasabah perbankan harus bertindak cepat dan sigap memperbaiki layanan dan menindaklanjuti pengaduan nasabah.
 
“Permasalahan teknologi itu biasa, bukan excuse kalau terjadi problem. Kami harus akui kekurangan, karena tidak ada pelayanan yang sempurna. Ini perlu diakui, dengan tetap melakukan perbaikan secepat mungkin,” tegasnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top