SERAPAN BULOG Jateng capai 24% dari prognosa beras 2012

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 April 2012  |  20:03 WIB

 

SEMARANG: Memasuki awal pekan triwulan pertama tahun ini Divre Jateng Perum Bulog  berhasil menyerap beras petani sebanyak 193.708,35 ton atau 24,78% dari prognosa 2012 yang dipatok 781.750.000 ton.
 
Kepala Divre Jateng Perum Bulog  Hari Susetyo mengatakan tingkat penyerapan beras di Jateng awal tahun ini lebih tinggi dibandingkan daerah lain seperti Jatim dan Jabar. 
 
“Sampai 2 April penyerapan kami mencapai kemarin sebanyak 193.708,35 ton, sementara Bulog Jatim baru 186.763.450 ton, dan Jabar sebanyak 82.947.123 ton,” katanya hari ini.
 
Dia menyebutkan masa panen pertama tahun ini masih cukup banyak, terutama pada April, dan akan terus berlanjut hingga Juli. Dia optimistis sampai Juli nanti Bulog Jateng mampu menyerap beras hingga 75%-80% dari prognosa tahun ini. 
 
Hari mengatakan  panen pertama yang terjadi tahun ini di berbagai daerah di Jateng tidak serempak. Sehingga akan terus ada panen hingga Juli mendatang. Pada Mei biasanya panen sedikit menurun, tapi mulai Juni akan naik lagi.
 
Pantauan di lapangan, panen di Jateng berlangsung merata meskipun terkendala oleh tidak menentunya cuaca yang masih sering mendung, sehingga mengganggu proses pengeringan gabah.
 
Humas Perum Bulog Divre Jateng  Siti Retno Farida menuturkan, untuk panen pertama tahun ini hampir semua daerah di Jateng berasnya sudah masuk ke Bulog. "Hingga kini penyerapan beras tertinggi di Sub Divre Pati yang jumahnya mencapai 42.327,87 ton," tuturnya.
 
Sub Divre Semarang menempati urutan kedua dengan penyerapan sebanyak 40.831,70 ton beras. Adapun penyerapan paling rendah Sub Divre Kedu yang hanya 14.984,61 ton. 
 
Menurut Farida, penyerapan beras akan meningkat karena masa panen yang terjadi di masyarakat masih berlangsung hingga Mei dan puncaknya pada April ini. “Setelah itu pada Juni-Juli akan mulai naik lagi panenannya.”  
 
Pembelian beras petani oleh Bulog disesuaikan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang terbaru, yaitu sebesar Rp6.600 per kg. 
 
Dia mengatakan realisasi penyerapan beras di Jateng terbesar disumbang oleh Sub Divre Pati sebanyak 42.327,87 ton, Semarang 40.831,70 ton, Pekalongan 40.064,1 ton, Surakarta 32.430,6 ton, Banyumas 23.069,4 ton, dan Kedu 14.984,6 ton. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno / Endot Brilliantono

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top