PD PASAR MEDAN naikkan kontribusi pedagang 100%

 
Andi Suhendri Rambe | 03 April 2012 16:56 WIB

 

MEDAN: Perusahaan Daerah (PD) Pasar Medan menaikkan kontribusi  setiap pedagang yang menempati pasar yang dikelola BUMD itu dari Rp12.000 menjadi Rp24.000 untuk menata dan meningkatkan kebersihan pasar tradisional lebih modern.
 
Dirut PD Pasar Medan Benny H Sihotang membenarkan kebijakan menaikkan kontribusi tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Medan. “Kami menagihnya dari pedagang semester I sebesar 60% dan semester II sebanyak 40%,” ujarnya kepada Bisnis.
 
Menurut dia, ketika ditunjuk menjadi Dirut PD Pasar Januari lalu, kondisi 52 pasar tradisional yang dikelola BUMD Pemkot Medan itu benar-benar semraut dan tidak tertata. 
 
“Banyak kios yang kosong dan tidak ditempati karena para pedagang berjualan di gang jalan dan di depan pasar tradisional. Kami sudah menata sebagian dari kondisi pedagang tersebut,” tuturnya.
 
Selain menata para pedagang kaki lima dengan menyediakan tempat bagi mereka untuk berjualan, kondisi jalan menuju pasar juga diperbaiki dengan mengaspal jalan masuk, sehingga tidak becek dan berlumpur seperti selama ini.
 
Dia mengakui dari 52 pasar tradisional yang dikelola langsung PD Pasar Medan sudah 18 buah tertata dengan rapi, termasuk pasar Petisah yang dikelola pihak ketiga. 
 
“Kami sedang berupaya membangun pintu masuk ke lantai dua, sehingga kios-kios yang ada di lantai dua dapat digunakan. Selama ini kios tersebut kosong. Ini butuh waktu untuk menatanya karena bukan PD Pasar Medan yang mengelolanya secara langsung, tapi pihak ketiga sesuai dengan perjanjian,” katanya.
 
Dia mengakui menata pasar tradisional yang begitu semrawut dan tidak memberikan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan kepada Pemkot Medan bukan perkara murah karena banyak kepentingan yang bermain di dalamnya.
 
Selain preman, kata dia, dari para pedagang itu sendiri muncul resistensi karena selama ini sudah keenakan menikmati kutipan tidak resmi dari pedagang kaki lima, sehingga diperbolehkan berjualan di lokasi-lokasi yang semestinya tidak boleh berjualan. “Berikan kami waktu untuk membenahi pasar tradisional di Medan,” tandasnya. (sut)
 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top