CAPITAL OUTFLOW: Pemerintah harus siapkan strategi penangkal

 
Erly Rusiawati | 03 April 2012 19:14 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah harus menyiapkan strategi untuk menanggulangi dampak jika terjadi penarikan dana asing (capital outflow) dari pasar modal dalam jumlah signifikan secara bersamaan.
 
Menurut Direktur Utama Pemeringkat Efek Indonesia Ronald T Andi Kasim, meski kemungkinan capital outflow saat ini masih relatif kecil, namun Indonesia perlu belajar dari negara-negara lain yang pernah mengalami hal tersebut.
 
“Kemungkinannya memang kecil, tapi pemerintah harus siap dengan opsi pencegahan. Kita bisa belajar dari beberapa negara yang tadinya jadi pusat investasi namun saat ini mengalami capital outflow seperti Eropa,” ujarnya   hari ini.
 
Ronald menambahkan, salah satu strategi pencegahan yang bisa dilakukan pemerintah adalah menjaga aliran informasi. Menurutnya, jika memiliki rencana strategis sebaiknya pemerintah menjaga informasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kepanikan di pasar.
 
Disinggung tentang penundaan kenaikan BBM bersubsidi, Ronald setuju jika hal tersebut bisa menajdi sentimen di pasar modal. Meski begitu, dia berpendapat kecil kemungkinan dana asing akan keluar dari pasar modal Indonesia secara tiba-tiba jika pemerintah bisa menjaga kondisi ekonomi seperti saat ini.
 
“Kalau sentimen negatif bisa saja, itu tiap hari ada, tapi seberapa signifikan sentimen tersebut sehingga membuat investor asing mencabut dananya. Kalau menurut saya, penudaan kenaikan BBM tidak terlalu signifikan. Bagi investor yang lebih penting kepastian,” tandasnya.
 
Seperti diketahui, hingga perdagangan hari ini pemodal asing telah mencatatkan net buy selama 17 hari berturut-turut dengan nilai mencapai Rp10 triliun.
 
Berdasarkan data Bloomberg, hingga 2 April 2012, aliran dana asing tercatat mencapai US$1,17 miliar, tumbuh 668,7% atau pertumbuhan tertinggi ke-5 dari pasar-pasar saham di Asia dan Timur Tengah.
 
Menurut Ronald, derasnya aliran dana asing merupakan dampak dari membaiknya persepsi asing terhadap resiko investasi di pasar modal Indonesia. Dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, dia memerkirakan lembaga pemeringkat internasional S&P akan segera menaikkan peringkat hutang Indonesia ke level layak investasi.
 
“Saya percaya negara kita cukup bagus prestasinya, terbukti saat negara kita tidak terdampak saat negara lain mengalami dampak cukup berat. Ini kan berarti indonesia sudah terbukti tahan banting, mestinya sudah layak (investment grade S&P). Kemungkinan satu atau dua bulan lagi bisa keluar,” imbuhnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top