EKSPOR JATIM selama Maret naik 20,42%

 
Wike Dita Herlinda | 02 April 2012 20:46 WIB

 

SURABAYA: Total nilai ekspor non migas Jawa Timur pada Februari 2012 naik 20,42%  menjadi US$1,49 juta  dibandingkan Januari 2012 yang tercatat US$ 1,24 juta.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ekspor non migas Jatim sepanjang Februari 2012  lebih tinggi dibandingkan ekspor migas yang hanya tercatat US$7,44 juta. Perdagangan luar negeri migas Jatim ini berbanding terbalik dengan kinerja ekspor non migas.
 
“Ekspor migas Jatim sepanjang Februari 2012 merosot 92,16% dibandingkan posisi Januari 2012,” ujar Kepala BPS Jatim Irlan Indrocahyo hari ini.
 
Namun Erlan tidak menjelaskan lebih jauh penyebab mrosotnya ekspor migas tersebut. Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor tersebut yang sajauh ini belum ada evaluasi lebih mendalam terhadap sektor  bersangkutan.
 
Untuk ekspor non migas Jatim pada Februari 2012, lanjutnya,  tetap mengalami pertumbuhan. Sepanjang Februari 2012 nilainya  mencapai US$1,49 juta atau naik 20,42% dibandingkan  bulan sebelumnya yang hanya tercatat US$1,24 juta.
 
Irlan mengatakan lonjakan ekspor non migas tersebut dipicu oleh kinerja perdagangan emas dan permata.  BPS Jatim mencatat ekspor  dua komoditas tersebut mencapai US$213,4 juta.
 
Kontribusi kedua berasal dari perdagangan tembaga yakni sebesar US$199,15 juta dan berikutnya  lemak dan minyak hewan atau nabati senilai US$100,37 juta serta  bahan kimia organik US$ 95,13 juta, kayu dan olahannya US$ 83,22 juta.
 
Realisasinya ekspor emas dan permata pada Februari 2012 cukup menggembirakan menyusul banyaknya permintaan emas perhiasan dan permata untuk pasar dunia, khususnya ke Afrika," ujar Irlan.
 
Ekspor emas perhiasan dan permata memberikan kontribusi sebesar 14,39% terhadap total ekspor non migas Jatim pada Februari .
 
Selain emas komoditas ekspor yang juga mengalami kenaikan cukup tinggi adalah karet dan barang dari karet yang tumbuh 1.011,63% menjadi US$48,35 juta  dari realisasi  Januari sebesar US$4,349 juta.
 
"Walaupun mengalami kenaikan yang cukup besar, komoditas ini hanya menyumbang 3,26% dari total realisasi ekspor selasa Februari 2012," tambahnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top