PERTAMINA Diminta Dirikan SPBU di Kawasan Pesisir Batam

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 April 2012  |  17:02 WIB

 

BATAM: Pemerintah Kota Batam meminta Pertamina mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan pesisir (hinterland) guna memberikan pemerataan pendistribusian BBM dari kawasan perkotaan (mainland).
 
Ahmad Hijazi, Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam, mengatakan pendistribusian BBM di Kota Batam belum dilakukan Pertamina secara merata.
 
"Pertamina hanya pilih yang mudah dengan mendistribusikan BBM di SPBU-SPBU yang ada di daerah perkotaan saja,” ujarnya hari ini.
 
Sementara masyarakat yang berada di kawasan pesisir, lanjutnya, kesulitan mendapatkan BBM karena belum ada satupun SPBU yang beroperasi di kawasan pesisir Kota Batam.
 
Akibatnya, warga pesisir harus mencari SPBU ke darat dengan biaya yang tinggi sehingga sampai ditempat mereka harganya menjadi jauh lebih tinggi.
 
Hijazi meyakini Pertamina tidak mau mendistribusikan pada nelayan dan masyarakat pesisisr karena membutuhkan ongkos tinggi.
 
"Saat ini di Batam hanya ada satu SPBU terapung di sekitar Sekilak. Itu pun kuotanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan," kata dia.
 
Satu SPBU terapung tersebut, kata dia, sangat timpang jika dibandingkan SPBU di darat yang berjumlah hingga 30 tempat.
 
Ia meminta Pertamina memperbaiki sistem distribusi agar semua masyarakat mendapatkan BBM dengan harga yang sama, baik di darat maupun dilaut.
 
"Sistem distribusi Pertamina harus diperbaiki. Masyarakat pesisir juga harus mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan yang di darat," kata Hijazi.
 
Perbaikan sistem distribusi, kata dia, juga bertujuan menguruangi kemungkinan penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi untuk industri.
 
"Bila tidak ada perbaikan, berapa pun kuota BBM bersubsidi di Batam tidak akan mencukupi dan akan terus terjadi kelangkaan," kata dia.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yoseph Pencawan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top