RELOKASI TENTARA: AS minta US$4 miliar ke Jepang

JAKARTA: Pemerintah Amerika Serikat meminta dana tali asih kepada Jepang sebesar US$4 miliar untuk membantu relokasi pasukan Paman Sam keluar dari pulau Jepang selatan Okinawa ke Guam di Pasifik.AS-Jepang diketahui telah mencapai kesepakatan dasar untuk
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 02 April 2012  |  10:35 WIB

JAKARTA: Pemerintah Amerika Serikat meminta dana tali asih kepada Jepang sebesar US$4 miliar untuk membantu relokasi pasukan Paman Sam keluar dari pulau Jepang selatan Okinawa ke Guam di Pasifik.AS-Jepang diketahui telah mencapai kesepakatan dasar untuk memindahkan sekitar 4.000 Marinir, bukan 8.000, dari Okinawa ke Guam.Selain itu AS setuju untuk memindahkan 5.000 Marinir dari Okinawa ke Hawaii, Australia utara, dan beberapa tempat lain, seperti dikutip dari NHK, hari ini.Dengan pengurangan jumlah tentara yang dipindah, taksiran biaya diperkirakan juga menurun dari estimasi awal sebesar US$10,27 miliar menjadi hanya US$9 miliar.Namun, AS menuntut Jepang memberikan tali asih lebih dari US$4 miliar melonjak dari anggaran awal hanya US$2,8 miliar.Tuntutan AS jelas membuat beberapa pejabat pemerintah Jepang gerah. Mereka menilai dengan permintaan biaya yang lebih tinggi kenapa justru lebih sedikit tentara di Okinawa yang akan direlokasi ke Guam.Pangkal alasan mengapa AS mengurangi kuantitas tentara yang dipindah karena pemerintahan Presiden Barack Obama sendiri tak bisa mewujudkan pembangunan pangkalan militer senilai US$23 milyar di Guam.Padahal, Obama sudah terlanjur menggariskan kebijakan strategis untuk tetap mempertahankan kehadiran militer AS di Asia, usai mundur dari Iraq dan Afghanistan. Salah satu rencananya adalah merelokasi 8.000 marinir dan keluarga mereka ke Guam pada 2014.Repotnya Kongres AS justru mempertanyakan biaya ekspansi ke Guam dan telah memerintahkan pemerintah Obama untuk memeriksa lagi rencana tersebut.DPR juga telah meminta Pentagon untuk melakukan penilaian independen terhadap rencana keseluruhan penyebaran dan kehadiran pasukan di wilayah Pasifik. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top