INDUSTRI MULTIFINANCE: Antisipasi terhadap kebijakan DP itu wajar!

JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia menilai banyak multifinance sedang menata kembali kebijakan internal dan manajemen risiko perusahaan.Hal itu terkait dengan kemungkinan penurunan laju pertumbuhan industri akibat peraturan Bank Indonesia
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 02 April 2012  |  10:32 WIB

JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia menilai banyak multifinance sedang menata kembali kebijakan internal dan manajemen risiko perusahaan.Hal itu terkait dengan kemungkinan penurunan laju pertumbuhan industri akibat peraturan Bank Indonesia meningkatkan uang muka kredit kepemilikan mobil menjadi 30% dan motor menjadi 30%-50% dari total harga kendaraan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Wiwie Kurnia menilai wajar apabila multifinance mereposisi dan menggelar rekonsiliasi.Meski demikian, pihaknya belum mengetahui mengenai rencana pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 1.000 karyawan sebuah multifinance besar."Di tengah situasi yang seperti ini, antisipasi wajar dilakukan. Meski regulator menyatakan peraturan uang muka itu akan ditinjau kembali apabila terjadi penurunan kinerja industri, tetapi kenapa harus menunggu hingga terjadi penurunan?" katanya hari ini, Senin, 2 April 2012.Tanggapan Wiwie tersebut terkait dengan kabar bahwa industri multifinance mulai melakukan koreksi diri atas indikasi praktik inefisiensi sumber daya dan organisasi serta ekspansi kredit yang terlalu jor-joran.Koreksi itu terutama dipicu oleh sinyal perlambatan kinerja yang diiringi ekspektasi kenaikan harga BBM serta terbitnya regulasi yang menetapkan kenaikan porsi minimum uang muka pembelian kendaraan.Dua orang eksekutif di industri multifinance mengatakan koreksi atas inefisiensi organisasi dilakukan dengan menutup, menggabungkan kantor cabang atau pembantu, PHK, dan investasi teknologi."Ada satu multifinance besar yang sekarang sedang mem-PHK tenaga administrasi hingga lebih dari 1.000 karyawan se-Jabodetabek, dan kebanyakan adalah karyawan tetap." (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top