ASEAN INFRASTRUCTURE FUND US$485 juta dikucurkan Mei

 
Aprilian Hermawan | 02 April 2012 21:03 WIB

 

PHNOM PENH:  Para menteri keuangan dan menteri perdagangan Asean menyepakati Dana Infrastruktur Asean atau Asean Infrastructure Fund (AIF) senilai US$485 juta bisa dikucurkan mulai Mei atau Juni tahun ini.
 
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan Asean sudah membentuk komite infrastruktur Asean yang akan melakukan seleksi terhadap proyek-proyek infrastuktur yang akan dibiayai oleh Asean Infrastructure Fund tersebut.
 
“Komite ini tengah melakukan pembobotan kebutuhan proyek infrastruktur yang layak dibiyayai,” ujarnya seusai melakukan pertemuan pendahuluan tingkat menteri Asean Economic Council dalam rangkaian KTT Asean ke 20 nalam ini di Phnom Penh, Kamboja. 
 
Dari dana yang tersedia US$485 juta itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) akan menyumbang sebesar US$150 juta, sisanya merupakan dari negara-negara anggota Asean. Indonesia sendiri akan menyetor dana senilai US$120 juta.
 
“Indonesia bukan yang terbesar, tetapi dana yang diberikan dari Indonesia cukup besar,” kata Gita.
 
Dana Infrastruktur Asean dibentuk di Indonesia pada 2011 lalu. Dalam pertemuan tingkat menteri Asean pada 30 Maret lalu, semua negara sepakat dana tersebut harus sudah bisa digunakan pada pertengahan tahun ini. Gita mengatakan Dana Infrastruktur Asean ini merupakan salah satu kemajuan yang diapresiasi guna menuju terbentuknya Masyarakat Asean 2015.
 
Gita mengatakan Indonesia sendiri mengusulkan agar penyaluran dana tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan prioritas, tidak hanya menilai berdasarkan kelayakan investasi dan kelayakan usaha (bankable).
 
Sebab, lanjutnya, jika pembobotan nilai dilakukan berdasarkan kelayakan usaha, maka ada beberapa negara yang memberikan nilai lebih tinggi namun kebutuhan infrastrukturnya justru tidak mendesak.
 
“Pembobotan nilai harus dilakukan berdasarkan kebutuhan. Contohnya, Laos dan Indonesia lebih membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Kami mengusulkan pembobotan seperti itu ke komite,” ujarnya.
 
Selain itu, Komite Dana Infrastruktur Asean juga akan melakukan seleksi proyek-proyek infrastruktur yang akan membuat integrasi Asean lebih tersambung. Komite juga akan menyesuaikan proyek yang akan dibiayai dengan rencana induk masing-masing negara.
 
KTT Asean ke-20 akan resmi dibuka pada Selasa (3/4) besok. Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Boediono. Pertemuan KTT Asean ke-20 akan mengevaluasi pencapaian-pencapaian yang sudah diraih menuju terciptanya Masyarakat Asean 2015 yang terintegrasi. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top