Mereka terus berburu alien (1)

JAKARTA: Para astronom terus menata ulang pencarian kehidupan berkecerdasan tinggi di planet-planet asing. Kini mereka telah mendapatkan ribuan target untuk dipindai.Setelah vakum selama lebih dari 7 bulan, serangkaian teleskop radio yang dioperasikan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  10:53 WIB

JAKARTA: Para astronom terus menata ulang pencarian kehidupan berkecerdasan tinggi di planet-planet asing. Kini mereka telah mendapatkan ribuan target untuk dipindai.Setelah vakum selama lebih dari 7 bulan, serangkaian teleskop radio yang dioperasikan Institut Seti (Search for Extraterrestrial Intelligence) memulai lagi mendengarkan sinyal-sinyal dari planet-planet asing yang ditemukan teleskop ruang angkasa Kepler milik NASA."Pagi ini [Senin waktu setempat], pada pukul 06.18, kami telah memulai pengamatan kembali dunia-dunia Kepler," kata Jill Tarter, Direktur Center for Seti Research pada Institut Seti, Senin lalu, di tengah Konferensi Sains Kepler di Pusat Riset Ames milik NASA."Kami sangat senang bisa kembali ke udara hari ini," kata Tarter lagi seperti dikutip dari Space.com.Rangkaian Teleksop Allien (Allen Telescope Array/ATA) milik Seti adalah serangkaian 42  piringan radio yang berlokasi sekitar 500 kilometer arah timur laut San Francisco.ATA telah memulai memindai tempat-tempat technosignature--yaitu sinyal-sinyal elektromagnetis yang dapat menyanggah adanya peradaban asing di luar Bumi-- pada 2007.Para peneliti Seti baru-baru ini memulai menggunakan penemuan Kepler itu untuk memandu aktivitas ATA.Kepler diluncurkan pada Maret 2009 dengan misi memburu planet-planet seukuran Bumi di zona 'bisa ditinggali kehidupan' dalam sistem bintang-bintang yang berada dalam jarak di mana air berada dan tentunya kehidupan seperti yang manusi kenal.Pada Januari tahun ini, kata Tarter, tim Seti memulai 'pelatihan' ATA pada 54 calon planet yang dideteksi Kepler di zona 'bisa ditinggali kehidupan'.Namun kegiatan ini tidak bertahan lama. Seti mesti mematikan ATA April lalu karena masalah anggaran yang memaksa mantan mitra Institut Seti, Universitas California, Berkeley, mundur dari proyek itu.Seti kemudian meluncurkan laman dengan menggandeng banhyyk bersponsor, www.setistars.org, demi mengembalikan rangkaian teleskop itu bekerja kembali.Masyarakat serta merta mendukungnya dengan menyumbangkan uang yang cukup untuk mengoperasikan lagi ATA.  Pada Senin lalu saja, masyarakat menyumbangkan sekitar US$230.000.Sumbangan juga datang dari Angkatan Udara AS yang berminat menggunakan rangkaian satelit itu untuk menjejak satelit dan reruntuhan luar angkasa, kata para pejabat Seti. (Antara/ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top