67 Proyek APBD Aceh bermasalah

BANDA ACEH: Sebanyak 67 proyek yang didanai oleh APDB Provinsi Aceh bermasalah, mulai dari tidak tepat waktu dalam pengerjaan, hingga pelanggaran lain yang tidak sesuai dengan perencanaan.    Gubenur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan temuan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  16:45 WIB

BANDA ACEH: Sebanyak 67 proyek yang didanai oleh APDB Provinsi Aceh bermasalah, mulai dari tidak tepat waktu dalam pengerjaan, hingga pelanggaran lain yang tidak sesuai dengan perencanaan.    Gubenur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan temuan itu berasal dari hasil inspeksi pelaksanaan Anggaran Pembangunan Belanja Aceh (APBA) menjelang akhir tahun yang dilakukan pada pekan ini. Dia menyebutkan rata-rata pelaksanaan proyek baru 50%n hingg 60%. "Saya menyisir sendiri sejumlah proyek yang didanai  APBA di wilayah Aceh Barat dan Selatan. Banyak proyek yang terindikasi tidak rampung tepat waktu, Dari 67 proyek yang saya sidak, semuanya bermasalah," jelas Irwandi kepada Bisnis.   Namun, dia mengatakan jika ada keinginan, pelaksana proyek dapat melakukan percepatan pembangunan untuk mengejar target. Selain itu, para kontraktor juga dapat menambah masa kerja, sehingga proyek dapat selesai pada akhir tahun ini. Proyek-proyek yang ditinjau itu, antara lain, pembangunan jembatan, beronjong, panti asuhan, dan pasar. Dalam ketentuannya, semua proyek itu harus rampung Desember 2011. Sebanyak 67 proyek dinilai tidak akan dapat mengejar target dengan total nilai Rp201 miliar. Lebih terperinci, dia mencontohkan proyek Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh yang dikerjakan PT Naturalia Persada in menggunakan dana otonomi khusus senilai Rp6,33 miliar. Proyek ini mulai dikerjakan pada 12 Oktober 2011, tetapi hingga disidak tahap pengerjaan masih sebatas pengecoran besi untuk tiang penyangga. Padahal, proyek ini harus selesai pada 20 Desember 2011.   Proyek lainnya yang disidak Gubernur Irwandi adalah pembangunan jembatan Teumarom di Desa Teumarom, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat. Proyek ini menggunakan dana otsus 2011 senilai Rp 1,64 miliar, pelaksananya CV Rawa Mulia. Realisasi proyek baru sebatas pembangunan tiang dasar jembatan. Irwandi meminta pekerja mengukur jembatan yang panjangnya ditetapkan 18 meter itu. Namun, pekerja kesulitan karena ketiadaan alat pengukur. Akhirnya pekerja dilapangan mengukut dengan menggunakan tali. "Berdasarkan peninjauan ke sejumlah lokasi proyek ditemukan ada banyak persoalan. Saya tanyai kontraktor, SKPA, konsultan proyek, apakah proyek-proyek ini selesai akhir tahun ini? Kalau selesai, ya teken perjanjian," tambahnya. Menurut Irwandi, pemerintah sudah menyiapkan sanksi kepada para rekanan proyek nakal dengan ancaman memutuskan kontrak kerja, di-blacklist, dan kemungkinan dana sisa proyek tidak akan dibayarkan."Akibat proyek yang tak selesai ini, tentu yang sangat dirugikan adalah masyarakat," ujar  Irwandi. Ketua Pengendalian dan Percepatan (P2K) APBA Taqwallah MKes menyebutkan, hingga 24 November 2011,  ada 1.495 proyek APBA yang telah ramping, dalam tahap penyelesaian 734 proyek, dan yang sudah selesai 60% sebanyak 510 proyek).  (k33/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Zulkarnaini Muchtar

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top