RI tak serius benahi infrastruktur di daerah

MEDAN: Delegasi Malaysia yang mengikuti acara IMT-GT Joint Business Council Meeting menilai pemerintah Indonesia kurang serius membenahi infrastruktur di daerah yang masuk dalam kawasan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT).Ketua Tim
Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 06 Desember 2011  |  15:47 WIB

MEDAN: Delegasi Malaysia yang mengikuti acara IMT-GT Joint Business Council Meeting menilai pemerintah Indonesia kurang serius membenahi infrastruktur di daerah yang masuk dalam kawasan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT).Ketua Tim Delegasi Malaysia Faudzi Naim menilai pemerintah Indonesia kurang memerhatikan perbaikan infrastuktur mulai dari Aceh sampai ke Lampung yang masuk dalam kawasan IMT-GT."Pembangunan infrastruktur terlalu terpusat di Jawa, sehingga kawasan Sumatra yang menjadi bagian dari IMT-GT terabaikan," ujarnya menjawab Bisnis hari ini.Menurutnya, dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, pemerintah Indonesia tampak kurang serius melakukan pembenahan. Kalau di Malaysia, pemerintah mendukung dan melakukan pembangunan di kawasan yang masuk dalam IMT-GT. Demikian juga, Thailand.Dia menjelaskan sebenarnya dari penjelasan tim Bank Pembangunan Asia (ADB) pada acara ini, mereka menyediakan pendanaan untuk Indonesia guna memperbaiki infrastuktur agar investor dari Malaysia dan Thailand mau menanamkan modal di Indonesia yang masuk dalam kawasan IMT-GT.Sejumlah kalangan meminta agar kawasan segitiga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Malaysia, Thailand (IMT-GT) dibubarkan karena kurang mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia.Hervian Taher, Seorang Pengurus Kadin Sumut, menegaskan setelah hampir 20 tahun IMT-GT berjalan, akhir-akhir ini peranan pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah semakin tidak ada. Pemerintah Malaysia dan Thailand sangat mendukung program tersebut."Jadi tidak heran manakala yang menikmati hasil dari pertumbuhan segitiga emas Indonesia, Malaysia, Thailand adalah dua negara jiran itu. Indonesia hanya kebagian relatif kecil." (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top