Mendikbud: Tidak ada korupsi di UI

JAKARTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta pihak kelompok Save Universitas Indonesia (UI) membaca kembali apa rekomendasi BPK sebelum melaporkan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 06 Desember 2011  |  12:20 WIB

JAKARTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta pihak kelompok Save Universitas Indonesia (UI) membaca kembali apa rekomendasi BPK sebelum melaporkan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan BPK.Hal ini disampaikan sehubungan dengan dilaporkannya Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri ke KPK atas dugaan korupsi beberapa waktu lalu.Muhammad Nuh meminta kelompok tersebut untuk membaca dan mempelajari kembali temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nuh mengatakan, laporan BPK tak hanya berlaku pada kampus UI saja, tetapi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).Laporan ini, kata Nuh, merupakan tugas rutin BPK yang dikeluarkan tiap tahun.“Laporan itu juga diaudit oleh Inspektorat Jenderal Kemenkeu dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Di situ jelas ada temuan, di setiap temuan BPK ada kesimpulan dan rekomendasinya, tugas PTN itu adalah menindaklanjuti rekomendasinya,” kata Nuh kepada wartawan saat berada di Fakultas Teknik (FT) UI, kemarin.Nuh mencontohkan, salah satu temuan BPK adalah tentang proyek bangunan yang tak kunjung selesai hingga batas waktu. Maka, proyek tersebut akan dikenakan denda, dan kewajiban terhadap rekomendasi BPK pun selesai.“Dendanya disetor ke negara. Tapi tidak semua temuan BPK mengarah pada Tindak Pidana Korupsi (TPK). Dan saya menilai, tidak terlihat adanya TPK di UI,” tegasnya.Laporan keuangan yang diaudit oleh BPK, lanjut Nuh, adalah terhadap dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tetapi untuk dana yang berasal dari industri akan diaudit akuntan publik.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top